Bersama Anak-Anak Maluku

Anjing Kok Masuk Masjid?

Saya punya pengalaman buruk dengan keberadaan anjing di lereng Gunung Binaiya Maluku. Bayangkan saja, hampir di setiap rumah punya anjing untuk berburu di hutan. Dan saat saya melintasi rumah di kampung tersebut, anjing-anjing menggonggong bersahutan dengan mata menyalak bagaikan bertemu dengan mangsanya. Siapa yang tidak merinding?

Minggu kemarin saat singgah di Solo, saya menyempatkan diri sholat di Masjid At Taubah di Jalan Pulanggeni setelah kulineran Bakmi Djawa. Masjidnya masuk ke dalam gang, sekitar 100 meter dari penjual bakmi. Yang menarik di sini adalah jalan menuju masjid itu ada seekor anjing yang sedang mondar-mandir. Tentunya hal tersebut menakut-nakuti jamaah ang akan berangkat/pergi dari masjid.

Berkaca dari pengalaman buruk atas gonggongan anjing di Maluku, saya yang melintasi anjing itu mencoba bersikap biasa saja. Meskipun ada perasaan takut kalau-kalau nanti anjingnya menggigit. Sebab anjing akan terus menyalak jika bertemu dengan orang asing di wilayah tersebut.

Bahkan ada seorang laki-laki tua (saya kurang tahu dia muslim atau non muslim), minta bantuan saya untuk menyeberang ke arah masjid. Laki-laki itu rupanya takut dengan gonggongan anjing yang tak mau berpindah tempat.

Hari Ahad 30/6 kemarin, kejadiannya lebih parah lagi. Ada seekor anjing yang berkeliaran di dalam Masjid Jami Al Munawaroh, Sentul City. Di dalam masjid ya, bukan di halaman/jalan menuju masjid. Bagi saya kejadian itu bukan salah anjingnya karena anjing hanyalah hewan makhluk Allah yang tidak punya akal, hanya punya nafsu. Jika mencari siapa yang salah, maka orang pertama yang dikambinghitamkan adalah siapa yang membawa anjing masuk ke dalam masjid?

Ternyata ada seorang perempuan non muslim yang membawa anjing peliharaannya itu masuk ke dalam masjid. Alasannya, ibu itu sedang mencari suaminya yang katanya akan menikah lagi di masjid tersebut. Sedangkan anjing itu diklaim bisa mengendus keberadaan suaminya. Pertanyaannya kemudian adalah apakah kejiwaan ibu itu waras/tidak? Saya pikir tidak ada orang waras sekalipun dia muslim/non muslim yang berani membawa masuk anjing ke dalam masjid.

Ya gimana ya, anjing itu kan dalam islam najisnya tingkat berat. Mugholadhoh. Cara menyucikannya dengan basuhan 7 kali salah satunya dengan tanah. Kecuali anjing itu jalan-jalan sendiri ke dalam masjid masjid tanpa ada yang bawa, bisa dimaklumi. Lha ini ada ibu-ibu yang bawa ke dalam masjid terus dilepas berlarian menginjak karpet, ya tentunya ini penodaan agama. Dan saya yakin agama apapun selain islam sudah tahu kalau bawa anjing ke dalam masjid itu diharamkan/dilarang.

Eh ternyata setelah diperiksa polisi, si ibu pembawa anjing tadi rupanya sakit skizofrenia paranoid. Tahu gak itu penyakit apa? Salah satu gangguan mental paling umum yang menyerang banyak orang di Indonesia sekitar 400 ribu dan di dunia 23 juta pengidapnya.

Adapun tanda-tandanya ada delusi, mencerminkan ketakutan dan kecemasan yang mendalam. Ciri yang lainnya adalah kehilangan kemampuan untuk membedakan mana yang nyata dan mana yang tidak nyata. Mereka juga dapat merasa terancam dan marah hingga bisa mengalami halusinasi, seperti mendengar suara-suara yang mengejeknya. Kasar kata memang tidak normal, apalagi menurut suami si ibu pembawa anjing itu punya riwayat pengobatan di Rumah Sakit Jiwa.

Pengurus Masjid Jami Al Munawaroh dalam hal ini Ketua DKM-nya mewanti-wanti agar isu ini tidak digoreng oleh orang yang tidak bertanggung jawab.  “Abah mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia, umat Islam pada khususnya, jangan terprovokasi oleh berita-berita tambahan berita hoax gitu. Jadi jangan sampai kasus ini dimanfaatkan oleh pihak ketiga sehingga umat Islam yang lainnya terpecah-belah,” kata Ketua Dewan Pembina Masjid ini, KH Abah Raodl Bahar, di Sentul, Kabupaten Bogor, Senin (1/7).

Bahkan MUI pun sepakat untuk meredam isu ini agar tidak melebar kemana-mana. “Yang jelas, MUI tidak yakin kalau itu dilakukan oleh orang yang waras, sadar, karena rasanya kok nggak masuk akal dilakukan di negara yang mayoritas muslim oleh agama minoritas. Itu rasanya tidak masuk akal oleh nalar kita yang sehat,” kataWakil Ketua MUI Yunahar Ilyas di kantor MUI, Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/7/2019).

Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAAK) Keuskupan Bogor akhirnya jugamerlisi sikap atas kejadian ini. “Kami menyatakan keprihatinan kami atas peristiwa tersebut. Tindakan yang tidak terpuji tersebut adalah tindakan yang salah, dan telah melukai hati saudara-saudara kita yang beragama Islam, dan mengganggu keharmonisan kehidupan umat beragama,” demikian keterangan dari HAAK Keuskupan Bogor, Selasa (2/7/2019).

Sebenarnya permasalahan ini selesai ketika perempuan itu digelandang ke kantor polisi dan ditahan. Polisi tentunya punya pertimbangan sendiri untuk menahannya karena memang apa yang dilakukan dia salah, membawa anjing ke dalam masjid. Terlepas dari si ibu itu punya penyakit kejiwaan skizofrenia paranoid, tetapi hukum berlaku bagi siapa pun yang membuat keresahan. Entah nanti bagaimana hukumannya, hakim yang akan memutuskan. Apakah si ibu berhak untuk dijatuhi hukuman tahanan atau cukup pendampingan mental di RSJ.

Berkaca dari kejadian tersebut, kita sebagai umat beragama harus berhati-hati dalam menyikapi permasalahan yang timbul akhir-akhir ini. Ketua Dewan Pembina Masjid Jami Al Munawarah KH. Abah Raodl Bahar pun sudah mengingatkan kita semua bagaimana umat harus menahan diri sebelum ada titik terang dan fakta yang diungkap. Dan kita juga berharap semoga aman dan damai saja, tidak ada provokas antar umat beragama. Bahwa kejadian anjing masuk masjid itu adalah sesuatu hal di luar kebiasaan.

Yang sangat disayangkan lagi adalah anjing yang sempat mengacak-acak karpet masjid ditemukan tergeletak di bawah tiang listrik di salah satu pertigaan jalan. Lokasinya sekitar 100 meter dari Masjid Al Munawaroh. Sekuriti Sentul City bersama dengan kelompok pencinta binatang kemudian melaporkan hal ini ke Polsek Babakan Madang.

Saat ditemukan, tampak ada luka berdarah di mulut anjing itu. Polisi membenarkan bahwa anjing yang mati itu adalah anjing yang sama dengan anjing yang dibawa si ibu masuk masjid. 

“Setelah ditemukan ternyata sudah kondisi kayak demikian kita mencoba langsung lapor ke pihak berwajib. Sudah dilaporkan, sudah dicek keberadaan semuanya, karena penyayang binatang juga kami langsung menguburkan.” ungkap Kepala Divisi Keamanan Sentul City, Paulus Krisdiyanto Rabu (3/7).

Kasihan ya. Saya jadi terbayang dengan gonggongan anjing-anjing di Maluku dan jalanan menuju masjid At Taubah Solo seminggu yang lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>