Kajian Uqudullijain Ke-10

IMG-20180117-WA0007

Kajian Uqudullijain Ke-10

Refresh pertemuan sebelumnya: Bila sang istri sudah kembali taat maka tidak diperbolehkan untuk memukul dengan alasan apapun. Jangan mengungkit-ungkit kesalahannya di masa lalu.

——-
Maksudnya kejadian-kejadian sebelumnya jangan diungkit-ungkit kembali. Anggap saja tidak terjadi apa-apa karena orang yang mau tobat dan mengakui semua kesalahan serta berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang sama, itu seperti orang yang tidak punya dosa.

Ingatlah. Bahwa sesungguhnya seorang istri mempunyai kewajiban dan hak kepada suaminya. Kewajiban seorang istri adalah menjaga harga diri suaminya, tidak diperbolehkan tidur satu ranjang dengan laki-laki lain selain suaminya/zina. Dan seorang istri tidak diperbolehkan memasukkan tamu laki-laki yang dibenci (suaminya) ke dalam rumah kecuali mendapatkan izin suami. Sedangkan kewajiban suami kepada istrinya ialah memberikan nafkah lahir dan batin, memberinya makanan, serta membelikannya pakaian.

Dawuh Kanjeng Nabi Muhammad SAW

حق المراۃ علی الزوج ان يطعمها اذاطعم ويكسوها اذااكتسی ولايضرب الوجه

Artinya : Hak seorang istri dari suami adalah memberi istrinya makan sebagaimana dia makan dan memberinya pakaian sebagaimana dia berpakaian. Dan tidak boleh memukul wajah istri (meskipun sedang nusyuz/membangkang). HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah.

Jangan menjelek-jelekkan istri dengan bahasa kasar ketika dia berbuat kesalahan, jangan mendiamkan pula tanpa ada komunikasi verbal kecuali mendiamkan/memisahkan tempat tidurnya ketika sang istri nusyuz. Karena mendiamkan (tidak mengajak ngobrol) istri itu haram hukumnya kecuali ada udzur.

Dawuh Kanjeng Nabi Muhammad SAW

ايما رجل تزوج امراۃ علی ما قل من المهر او كثر ليس فی نفسه ان يوءدي اليها حقها خدعها فمات ولم يوءد اليها حقها لقی الله يوم القيا مۃ وهو زان

Artinya : Barang siapa (laki-laki) yang menikahi seorang perempuan baik dengan mas kawin banyak/sedikit tetapi tidak ada maksud untuk memenuhi hak-hak istrinya (tujuannya menipu) lalu laki-laki itu meninggal hingga belum pernah memenuhi hak-hak istrinya, maka di hari kiamat dia akan menghadap Allah dengan dosa yang besar (seperti dosa orang zina). HR. Thabrani.

Dawuh Kanjeng Nabi Muhammad SAW

ان من اكمل الموء منين ايما نا احسنهم خلقا والطفهم باهله

Artinya : Sesungguhnya sesempurnanya iman seorang mukmin itu adalah yang bagus akhlaknya (menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya) dan berbelas kasih kepada istri, anak, dan saudara-saudaranya. HR. Tirmudzi dan Hakim dari Aisyah.

Dawuh Kanjeng Nabi Muhammad SAW

خيركم خيركم لاهله و انا خيركم لاهلی

Artinya : Sebaik-baik orang di antara kamu adalah mereka yang paling bagus (akhlaknya) terhadap keluarga (istri, anak, dan saudara) dan aku diantara kamu sekalian adalah orang yang paling baik (akhlaknya) terhadap keluargaku (istri-istriku). HR. Ibnu Hibban.

Dalam riwayat lain : Dawuh Kanjeng Nabi Muhammad SAW

خيركم خيركم لنساءه و انا خيركم لنسا ءی

Artinya : Sebaik-baik orang di antara kamu adalah mereka yang paling bagus (akhlaknya) terhadap istri-istrinya dan aku diantara kamu sekalian adalah orang yang paling baik (akhlaknya) terhadap istri-istriku.

Dawuh Kanjeng Nabi Muhammad SAW

من صبر علی سوء خلق امراته اعطاه الله من الاجر مثل ما اعطی الله ايوب عليه السلام علی بلاءه

Artinya : Dan barang siapa bersabar akan perilaku buruk istrinya, Allah akan memberikan pahala kepadanya sebagaimana pahala yang diberikan Allah kepada nabi Ayub AS atas cobaan yang diterimanya.

Apa saja cobaan yang pernah menimpa nabi Ayub?

Allah memberikan cobaan kepada nabi Ayub berupa 4 hal :
1. Kehilangan harta benda/bangkrut
2. Kematian semua anak-anaknya
3. Rusak tubuhnya (sakit), dalam riwayat lain sakitnya nabi Ayub ini seperti lepra, badannya kurus kering sehingga urat dan tulangnya bisa terlihat jelas
4. Disia-siakan/diasingkan oleh kaumnya sendiri (karena takut penyakitnya itu wabah yang menular) kecuali istrinya yang setia menemani.

Bagaimana dengan harta nabi Ayub?

Harta nabi Ayub yang diambil kembali Allah itu berupa : anaknya, unta, sapi, kambing, gajah dan khimar (keledai). Nabi Ayub punya tanah pertanian seluas 500 hektar yang digarap oleh 500 budak, dimana setiap budaknya itu punya anak dan istri. Pengikut nabi Ayub terdiri 3 golongan yang semuanya masih muda dan beriman.

Seperti itulah gambaran bagaimana sabarnya nabi Ayub menghadapi cobaan hidup. Dan pahala yang diberikan Allah atas kesabaran nabi Ayub setara dengan sabarnya seorang suami atas akhlak buruk istrinya. Bersabar agar sang istri kembali dalam ketaatan.

Wallahu A’lam Bishowab

This entry was posted in Asyiknya Menulis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>