Senandung Senja di Langit Penjaringan

Dinding rapuh Musholla Al Jihad sore itu bergetar oleh lantunan suara tilawah Alquran setelah Ashar. Pemandangan puing-puing bangunan di sekitarnya menambah syahdu dalam dada. Tampak anak-anak kecil berlarian menyambut kedatangan kami. Raut wajah mereka bahagia karena sore itu satu-satunya fasilitas umum yang ada, akan dipakai untuk sebuah acara.

Menjelang Berbuka Puasa

Menjelang Berbuka Puasa

Bau anyir di tepian laut mulai menusuk hidung saat kami mendekat ke area acara dimaksud. Rupanya lebih setahun mereka bertahan hidup di tenda dan gubuk darurat, menunggu kepastian nasibnya. Sungguh lingkungan yang tidak layak untuk perkembangan anak-anak. Tapi bagaimana lagi, mereka sudah memutuskan untuk tinggal di tempat ini.

Anak-anak yatim sudah duduk bersila di atas sajadah merah. Mereka bersiap untuk mengikuti acara santai kami di sore itu. Ibu-ibu lansia, janda, dan dhuafa berjejer rapi di bawah tiang pancang penyangga musholla. Mereka menunggu dengan penuh harap, acara bagaimana yang sejatinya bisa melupakan letihnya mengarungi kehidupan sehari-hari itu.

Nenek dan Cucunya

Nenek dan Cucunya

Dinding musholla bergetar kembali namun kali ini oleh suara anak-anak yang bergantian menjawab sebuah pertanyaan. Satu hal yang membuat kami miris mendapati kenyataan di lapangan bahwa kemiskinan berbanding lurus dengan ketidaktahuan. Banyak di antara mereka tidak mendapatkan pendidikan layak yang paling mendasar. Seperti pengetahuan agama yang seharusnya ditanamkan sejak anak-anak. Hafalan surat-surat pendek atau ilmu tentang ibadah puasa. Pengetahuan mereka tentang itu semua sangatlah minim.

Misalnya saat kami melempar pertanyaan seputar agama, hanya satu-dua orang dari sekian yang berusaha mengacungkan jarinya. Yang lainnya terdiam, larut bersama detak jarum jam yang perlahan meninggalkan senja. Tingkat pengetahuan masyarakat di sini sangatlah rendah. Masih sedikit kesadaran akan pentingnya bersekolah, kebanyakan memilih untuk membantu orang tuanya bekerja. Padahal kampung ini masih di tengah-tengah ibukota. Miris.

Canda Anak-Anak

Canda Anak-Anak

Matahari tampak berwarna jingga. Semburat cahayanya terpecah melewati awan. Maghrib menjelang datang. Artinya saat-saat berbuka sudah tiba. Setelah beberapa saat sebelumnya kami habiskan waktu untuk sesi kuis dan tanya jawab, kini kami fokuskan untuk berdoa. Doa menjelang berbuka puasa adalah waktu-waktu yang mustajabah. Di antara kami pun berdoa sesuai dengan hajat masing-masing. Bahkan selepas Idul Fitri nanti ada yang hendak menyempurnakan separuh agamanya, keduanya hadir dalam acara ini.

Tak lupa kami menyampaikan pula agar doa para donatur diaminkan oleh anak-anak yatim dan dhuafa ini. Senja kali itu kami manfaatkan untuk bersenandung. Merapalkan puja-puji untuk Allah SWT sembari mendoakan seorang kawan yang harus berpisah dengan kedua putrinya. Hingga sekarang, mereka belum ditemukan. Cerita inilah yang pada akhirnya membuat ibu-ibu dhuafa di sana mengerenyitkan muka tanda turut bersedih.

Salah Satu Prosesi Acara

Salah Satu Prosesi Acara

Petang itu sungguh cerah. Langit di Penjaringan seolah bersahabat dengan doa-doa kami. Raut wajah bahagia terpancar dari anak-anak yang bersuka cita saat Maghrib berkumandang. Penantian seharian kami akhirnya tiba. Kami berbuka puasa bersama dengan anak yatim dan para lansia.

Kami memang tak cukup mampu membahagiakan mereka setiap hari. Namun kami harap dalam upaya ini, mereka bisa terlupa sejenak akan perihnya mengarungi kehidupan di ibukota. Terlebih mereka harus bertahan dalam puing-puing bangunan saat ini. Senja saat itu benar-benar membuat mereka tersenyum. Tersenyum dari sebuah luka yang menganga.

Laporan Penerimaan dan Pengeluaran

Laporan Penerimaan dan Pengeluaran

Daftar Para Donatur

Daftar Para Donatur

 

 

 

This entry was posted in Catatan Perjalanan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>