Roadshow Blogging : Pria Kerempeng Itu Ternyata Seorang Pelaut

Saya tidak pernah menduga sebelumnya, pria kerempeng di pojok meja itu baru saja selesai berlayar dari Pontianak menuju Jakarta. Dia adalah seorang teknisi kapal kargo di perusahaan jasa pengiriman barang. Butuh waktu sekitar 4 hingga 5 hari kapal itu terhempas ombak lautan agar bersandar di dermaga Pelabuhan Sunda Kelapa.

Roadshow Blogging Serpong Banten

Roadshow Blogging Serpong Banten

Berbeda dengan teman-teman sebayanya yang mengambil konsentrasi kejuruan, dia memilih jalan hidup sebagai seorang ahli mesin kapal laut. Artinya separuh hidupnya kelak bakal dihabiskan di atas tempias air laut.

Dan motivasinya datang ke gedung ini salah satunya adalah itu. Dia mempunyai segudang pengalaman dan cerita tentang serba-serbi hidup di kapal. Jika dibahasakan dalam sebuah tulisan, akan terbit sebuah buku yang menceritakan perjalanannya yang begitu menarik.

Dia adalah salah satu peserta didik saya yang paling antusias dalam tema blogging kali ini. Bagaimana cara menyampaikan sebuah cerita dalam bahasa tulisan? Jangankan untuk menulis, memulainya saja dia kesulitan harus dari mana dahulu.

Ambassador Muda

Ambassador Muda (selular.id)

Kehidupan di kapal tidak hanya monoton seputar berlayar antar pulau ke pulau. Ada beragam kisah unik yang tentu saja orang-orang yang biasa beraktivitas di daratan jarang ada yang tahu.

Misalnya tentang perseteruan antara anak buah kapal. Mulai dari konflik pribadi, masalah pekerjaan, senioritas, kedisiplinan, candaan yang melewati batas, atau unjuk kemampuan di depan Mandor dan Nakhoda. Ada juga serba-serbi lain seperti kisah asmara, perselingkuhan, pengkhianatan, setia kawan, kesetiaan, atau memegang teguh prinsip.

Beberapa hal yang menjadi kebiasaan buruk seorang pelaut, juga berusaha dihindarinya. Meskipun terkesan sangat berat tapi dia berani mempertaruhkan segalanya demi wasiat ibunya. Dia menjauhi mabuk-mabukan karena ibunya pernah berpesan, “jangan sampai minuman haram itu menyentuh lambungmu barang setetes”.

Sulit namun inilah kehidupan. Ada jalan yang harus dilalui. Seperti sebuah kata mutiara yang selalu terkenang di benaknya, “Hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin”.

Sampai detik ini semangatnya masih seperti bara api dengan lidah yang menyala tajam. “Aku ingin menceritakan pengalamanku lewat tulisan-tulisan agar bisa diambil pelajaran oleh orang-orang.

Ba Gus Rosyid Tuasamu
Serpong, 25 Maret 2017

This entry was posted in Asyiknya Menulis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>