Bakmi Jawa Wong Ndeso yang Bikin Lidahmu Kegigit Penuh Nikmat

Tak jauh dari Hotel Grand Cempaka Jakarta Pusat, ada sebuah kedai bakmi jawa yang beda dari kedai-kedai bakmi yang lainnya. Bakmi Djogja Wong Ndeso, begitu tulisan yang terpampang di spanduk yang tertempel di dindingnya.

Bertempat di sebuah halaman kantor yang juga difungsikan sebagai parkiran mobil, bakmi jawa ini sekilas tampak sederhana. Tapi jangan salah beberapa pelanggannya adalah pejabat negara setingkat anggota DPR RI.

Bakmi Jawa @mie_enak

Bakmi Jawa @uno_mie

Tempatnya memang hanya cukup untuk duduk sepuluh pelanggan namun rasa masakannya maknyusss. Aroma khas yang keluar dari kuah dan mie nya terasa menyegarkan bulu hidung. Kadang beberapa pelanggan yang sudah jauh-jauh datang ke sini, rela gigit jari karena antriannya mengular panjang. Tidak sabar untuk menunggu, mereka akhirnya kembali pulang.

Dimasak memakai tungku berbahan bakar arang hitam, bakmi ini sekilas terlihat cukup unik. Tidak sekalipun terlihat kompor gas atau kompor minyak di sampingnya. Sumber panas murni berasal dari bara arang yang sudah dipanaskan.

Pak Edi dan Gerobaknya (whatsapp)

Pak Edi dan Gerobaknya (whatsapp)

Meskipun dalam menyajikan satu porsi makanan terkesan lama karena semua serba manual, bakmi jawa satu ini terasa istimewa. Pemilik kedai mempertahankan rasa gurih di lidah dengan tetap memasak sendiri tanpa ada orang yang membantu pekerjaannya. Dan semuanya dengan penggunaan bahan serba alami.

Bakmi Godhog @eatandjournal

Bakmi Godhog @eatandjournal

Pemilik kedai ini bernama Pak Edi, asli Gunung Kidul Yogyakarta. Setiap kali memesan makanan pasti disambut dengan senyuman khasnya. Satu lagi yang unik dari tempat ini adalah sang pemilik merupakan dosen aktif dari beberapa universitas swasta di Jakarta. Banyak mantan mahasiswanya yang tak sengaja mampir dan mereka tak menyangka dosen yang jago mata kuliah marketing ini ternyata bisa memasak bakmi jawa yang legendaris.

Ada filosofi marketing yang dipegangnya erat-erat sampai sekarang. “Dari sekian banyak teori marketing dalam semua buku yang pernah saya baca, kalau kamu menyajikan masakan paling enak pasti pelanggan akan kembali lagi untuk mencicipi masakanmu”, begitu katanya seperti gaya seorang dosen di depan kelas.

Magelangan @makanenak

Magelangan @makanenak

Pernah suatu ketika dia ditawari menjadi rektor universitas swasta tapi ditolaknya dengan halus. Baginya tak ada sesuatu yang mati-matian harus dikejar kecuali menikmati kehidupan. Sedangkan passionnya sedari kecil adalah memasak.

Kemudian dia banting setir menjadi koki bakmi jawa di kedainya yang cukup sederhana ini. Dengan merogoh kantong sebesar 19 ribu kamu bisa mendapatkan seporsi bakmi jawa godhog/goreng. Lebih lengkap lagi kalau ditambah wedang jahe dengan gula jawanya, tambah nikmat. Segelas wedang jahe ini seharga 9 ribu saja.

Ada beberapa masakan, jika kamu merasa bosan atau tidak suka dengan mie goreng/mie godhog. Ada magelangan, istilah lain dari nasi goreng bercampur mie yang tidak kalah nikmatnya dengan bakmi jawa. Kalau ingin mencoba campuran telur bebek, kamu bisa juga memesannya terlebih dahulu kepada Pak Edi. Cukup menambah gocek 3 ribu saja. Tentu saja rasanya semakin legit.

Bakmi Djogja Wong Ndeso Map

Bakmi Djogja Wong Ndeso Map

Buruan booking Hotel di Jakarta biar kamu bisa menikmati weekend santai di kota bersejarah ini sambil mencicipi makanan dan minuman khas di Bakmi Jawa Wong Ndeso. Apalagi lokasinya dekat dengan hotel, tinggal jalan kaki. Kalau ga mau diribetin sama macet, kamu juga bisa Sewa Mobil di Jakarta dengan harga-harga yang cukup terjangkau. Yuk kapan lagi kalau bukan sekarang? Hihihi.

This entry was posted in Asyiknya Menulis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>