Monthly Archives: December 2016

Kaleidoskop 2016 : Bom Panci, Bom Dandang, dan Bom Wajan

Jauh sebelum bom panci ditemukan di bekasi beberapa minggu lalu, saya sudah pernah bereksperimen membuatnya. Tapi saya tidak mau dan tidak akan pernah membagikan tutorial pembuatannya kepada antum. Saya tidak ingin mendapat tuduhan subversib atau perbuatan melawan hukum atas pasal karet undang-undang anti teror. Kecuali saya berubah pikiran. Begini. Dulu waktu saya masih senang bermain bom (kala itu anak-anak di … Continue reading

Posted in Asyiknya Menulis | Leave a comment

Seekor Katak yang Merindukan Kasih Sayang

Seekor katak yang sudah lama tinggal dalam batok kelapa, menganggap kegelapan adalah satu-satunya kebenaran. Dia tak pernah membuka batok kelapanya sehingga tak pernah melihat matahari, menghirup aroma bunga, mendengar rintik hujan, atau merasakan dingin angin pegunungan. Suatu hari, seekor kera secara tak sengaja mengambil batok kelapanya untuk mengambil air di telaga. Sang katak kebingungan. Dia tak terbiasa hidup tanpa sebuah … Continue reading

Posted in Asyiknya Menulis | Leave a comment

PEREMPUAN MISTERIUS DI HALAMAN GEREJA

Sudah 11 hari kami berjalan di tengah hutan Maluku. Dua hari terakhir saya dan teman-teman kehabisan makanan. Terpaksa kami menjadikan sisa beras yang tersisa sekepal dua kepal untuk dijadikan bubur tanpa ada lauk. Dibagi untuk tujuh orang. Biar ada rasanya, kami taburi dengan garam. Ngenes. Saya yakin sekali, lebih dari seminggu kami tidak ada kabar pasti akan dicari tim SAR. … Continue reading

Posted in Catatan Perjalanan | Leave a comment

TUHAN YANG TAK DIRINDUKAN

Ada yang janggal saat saya bertanya dimana letak mushola kepada lelaki paruh baya yang menjadi driver kami. Sejak pulang dari kantor bupati untuk wawancara, kami belum menemukan masjid. Lelaki itu berusaha menghindar saat kami mengajaknya berjamaah. Matahari mulai tenggelam. Kami harus segera kembali ke hotel untuk menyelesaikan laporan sebelum jam 12 malam. Tampaknya malam itu adalah malam yang melelahkan sebelum … Continue reading

Posted in Catatan Perjalanan | Leave a comment

KKR Natal, Sabuga, dan Pengalaman Saya Sholat Subuh di ‘Gereja’ Daerah Bekas Konflik

Ada yang mengganjal di hati saya. KKR Natal di Sabuga selasa kemarin dibubarkan paksa segelintir ormas? Duh. Saya yakin antum sekalian pasti belum pernah merasakan bagaimana sensasi sholat subuh di dalam ‘gereja’.   Tidak mudah tinggal beberapa hari di sebuah perkampungan bekas konflik SARA. Jangankan musholla atau masjid, tak ada penduduk muslim di kampung sini. Perkampungan ini 100% penduduknya beragama … Continue reading

Posted in Catatan Perjalanan | Leave a comment