Bersikaplah Adil Kepada Pak Ahok, Come On.

Ahok Saat di Istana Negara

Ahok Saat di Istana Negara

Kesan pertama saya sewaktu berjumpa dengan Pak Ahok di Istana Negara adalah beliau orang baik, profesional, dan pekerja keras. Kita harus jujur mengakui, di beberapa titik Jakarta mulai berbenah. Meskipun pekerjaan itu adalah warisan Gubernur Jakarta sebelumnya, Jokowi misalnya.

Satu hal yang paling bisa dilihat kasat mata adalah pembangunan MRT, peremajaan taman dan trotoar, serta sungai bersih lengkap dengan sheet pile nya. Memang setidaknya Jakarta menjadi lebih menarik, meskipun akar masalah utama banjir dan macet belum selesai juga.

Sayang beribu sayang. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Sebelum viral video penistaan agama Al Maidah 51, saya beranggapan Pak Ahok akan sulit ditumbangkan. Butuh kerja keras bagi tim sukses Pak Anis dan Bang Agus untuk menjegal Pak Ahok, kecuali ada badai kasus.

Sebelumnya saya menerka-nerka badai kasus yang akan diunggah ke publik untuk mengguncang elektabilitas Pak Ahok adalah kasus Sumber Waras dan Reklamasi. Tapi 2 hal tersebut tidak cukup menggugah hati massa yang kontra Pak Ahok untuk bergerak. Dan entah muncul kekuatan darimana, ternyata badai kasus itu muncul dari Pak Ahok sendiri.

Keceplosan. Coba saja tanya kepada Jacques Anatole Francois Thibault, seberapa dahsyat akibat dari sebuah kesalahpahaman. Filsuf Perancis abad 19 ini pernah berujar “Lebih baik mengerti sedikit daripada salah mengerti”. Sedangkan Pak Ahok berkomentar di luar batas profesionalitasnya, salah mengerti tentang ayat Al Maidah 51.

Habis sudah. Bola telah mulai digulirkan wasit ke tanah. Peluit dibunyikan dengan kencang. Umat islam yang tersulut dengan ucapannya, terbakar amarahnya. Kini upaya hukum atas pasal 156 dan 310-311 KUHP tentang penistaan agama sudah menunggu.

Sayang beribu sayang. Hanya karena berbicara di luar kompetensinya, Pak Ahok harus dimusuhi banyak orang. Bukan main-main, ini masalah pidana. Pejabat kesayangan presiden ini harus berhadapan dengan hukum.

Tidak ada pengecualian, hukum harus ditegakkan. Kalau banyak yang beranggapan orang baik harus dilindungi, seharusnya ada perlakuan sama kepada Dahlan Iskan. Tapi itu tak jadi soal karena biar bagaimanapun hukum akan tetap menjadi panglima keadilan, benar dan salah akan ditentukan pengadilan.

Saya memahami bagaimana perasaan muslim yang akan berdemonstrasi esok hari. Hanya menuntut keadilan hukum, tidak ada yang dilindungi. Semuanya sama.

Sayangnya, sedari awal pemerintah dan kepolisian terkesan ambigu. Tak ada kepastian. Setidaknya kalau kasus ini sudah diproses hukum, ada upaya untuk memblow up ke publik bahwa semua orang sama di mata hukum. Dan semuanya terasa sudah terlambat, ketika aksi massa tak terbendung.

Harapan saya, demonstrasi esok hari hanya sebatas luapan kekecewaan, tuntutan keadilan, dan ketidakterimaan atas penistaan agama saja. Tidak merembet ke aksi anarkhis. Jujur, potensi chaos tetap ada karena sulit mengatur 200 ribu massa yang berbeda-beda latar belakang.

Belum lagi jika ada yang sengaja melakukan provokasi atau menyusupi agenda-agenda tersembunyi yang mengancam keamanan negara. Maka pantas saja jika puluh ribuan pasukan akan diterjunkan ke lapangan, kawat berduri disiapkan, water canon disiagakan, dan beberapa helikopter terbang rendah di langit Jakarta beberapa hari ini.

Sekali lagi, kita harus adil menilai Pak Ahok dengan keberhasilan program kerjanya. Tapi kita juga tidak boleh menutup mata jika memang beliau tersangkut pidana penistaan agama, hukum di atas segalanya. Baik saja tidak cukup tapi harus tunduk pada ketentuan hukum yang berlaku di sebuah negara.

Damailah negeriku. Jaga selalu bangsa ini agar tetap aman dan nyaman ditinggali. Jika ada potensi kerusuhan, semoga Allah menurunkan hujan selebat-lebatnya. Biar bagaimanapun kami akan tetap mencintai negeri ini dengan segala kekurangannya.

#PenjarakanNafsu #JagaNegeriKami #DemonstrasiJalanDamai #Remember4November

Jakarta, 3 November 2016
Ba Gus Rosyid Tuasamu

This entry was posted in Catatan Perjalanan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>