Rashford : ‘Ballboy’ Manja Peredam Sang Meriam

Tak ada yang berubah dari bangunan tua di Wythenshawe sejak bergabung dengan The Greater Manchester tahun 1931 silam. Aksen klasik dengan mempertahankan bentuk batu bata merah lengkap dengan cerobong asap tempat perapian sebagai pengusir hawa dingin di musimnya. Gaya eropa lawas sangat dominan di setiap sudut rumah-rumah yang hanya berjarak 8 mile dari pusat kota.

Suasana di Perumahan WythenSawe (Googlemaps)

Suasana di Perumahan WythenSawe (Googlemaps)

Di lingkungan inilah Marcus Rashford kecil dilahirkan. Tak ubahnya anak kecil lain sebayanya yang sangat menggilai sepakbola, dia mengidolakan era keemasan Van Nistelrooy dkk saat masih ingusan. Menggiring bola di pinggiran danau hijau seraya menghirup sejuknya daun-daun berguguran dan kucuran air yang membasahi pinggiran tanah. Sesekali dia harus berusaha mati-matian untuk menyundul bola sambil mendongakkan kepalanya ke angkasa. Berharap ada lembaran poundsterling yang jatuh cuma-cuma dari bagasi pesawat terbang, yang seringkali sibuk melintas di atas kepalanya. Jarak Wythenshawe yang hanya ratusan meter dari Manchester Airport membuat dia akrab dengan raungan mesin pesawat.

Sepasang gol ke Gawang Petr Cech tadi malam (28/2) tentunya cukup mengejutkan kiper berkebangsaan Republik Ceko ini. Kiper tangguh yang bahkan pemain sekelas Lionel Messi pun harus menunggu selama 6 pertandingan secara head to head dengan Cech agar bisa memberondong gawang kiper berjulukan kryptonite dua kali beruntun. Namun dalam pertandingan melawan Arsenal semalam adalah laga debut bagi seorang bocah ingusan yang baru pertama kali mencicipi rumput Old Trafford di panggung English Premier League. Bocah kemarin sore, yang andai dia tidak turun ke lapangan mengisi line up Starting IX, tentunya lebih pantas menjadi seorang Ballboy karena wajahnya yang culun.

Mimpi apa Petr Cech tadi malam? Sampai-sampai dia menghadapi kenyataan bahwa gawangnya harus kebobolan oleh sepasang gol dari bocah ‘Ballboy’ yang bahkan namanya saja tidak pernah bergaung di lorong ganti Old Trafford. Setidaknya sebelum Rashford membuat gaduh media eropa karena aksi sepasang golnya ke gawang Midtjylland, klub Denmark. Bocah ingusan yang secara tidak sengaja diturunkan sebagai starter karena kecelakaan formasi Van Gaal. Bahwa Antony Martial dibekap cedera saat pemanasan sebelum laga melawan Midtjylland menyusul seniornya Wayne Rooney yang masuk meja perawatan terlebih dahulu. Tak ada pilihan lain selain menurunkan striker binaan akademi Carrington yang manja ini. Manja karena dia tak ingin ditonton ibunya, Mel, di tribun penonton saat laga Liga Eropa.

Marcus Rashford saat Masih Ingusan, Kedua dari Kiri (Skysport)

Marcus Rashford saat Masih Ingusan (Skysport)

Sebelum bursa transfer musim panas lalu ditutup, pemain masa depan Inggris yang merayakan ulang tahunnya ke 18 akhir Oktober tahun lalu ini sudah disodori kontrak oleh tiga klub : Manchester City, Chelsea, dan Arsenal. Rayuan menggiurkan dengan nominal yang cukup wow dari ketiga klub tersebut ditolaknya mentah-mentah. Padahal MU hanya menawarkan kontrak di bawah kontrak ketiga klub di atas. Tetap bertahan dan tak tergiur oleh tawaran uang melimpah adalah bayaran atas konsekuensi sikap Rashford.  Namun demi kecintaan dan kesetiaannya sejak berumur 7 tahun yang sudah mulai mengenal Van Nistelrooy lah alasan menjadi penggemar kesebelasan berjuluk The Red Devils itu.

Seperti para pendahulunya, Class of 1992, rupanya Manchester United berupaya menyiapkan Class of 2016 menyusul penampilan Axel Tuanzebe, Sean Goss, Cameron Borthwick-Jackson, Jesse Lingard, Guillermo Varela, Joe Riley, Donald Love, Regan Poole, Fosu Mensah yang mulai dipromosikan ke tim senior. Sebuah keuntungan tersendiri bagi pemain akademi MU karena badai cedera yang menimpa tim inti sehingga Van Gaal harus memanggil pemain binaan mereka. Meskipun sejatinya di liga, MU masih terseok-seok di urutan kelima klasemen dengan perolehan poin 44 terendah sejak era 1992 itu sendiri.

Who Are You Rashford?

Tentu banyak penikmat sepakbola yang centil bertanya-tanya tentang siapa Rashford ini. Kenapa bocah lugu itu bisa menyita perhatian media beberapa hari belakangan? Bahkan pelatih Meriam London, Arsene Wenger, pun dibuat kaget oleh pergerakan pemain lincah itu.

Diorbitkan sebagai striker tunggal dalam pertandingan FA Youth Cup di Leicester City di 2013/14 dengan bermain di posisi lubang antara lini tengah dan striker, dia mampu menjawab arahan pelatihnya saat itu juga. Empat gol dibuat dalam rentang 10 pertandingan, yang membuat jajaran pelatih akademi  dan scout MU terkesima dan beranggapan Rashford matang lebih cepat dari time schedule yang dibuat selama ini.

Rashford dan Pemain Idolanya, Van Nistelrooy (Skysport)

Rashford dan Pemain Idolanya, Van Nistelrooy (Skysport)

Dia juga turut andil dalam mempertahankan Milk Cup 2014, masuk sebagai pengganti Demetri Mitchell yang harus absen karena cedera. Total 13 gol dikoleksinya dari 25 penampilan. Klimaksnya, set piece Rashford berhasil menggulung Tottenham Hotspur untuk mengangkat piala FA Youth Cup.

“Suatu saat kita akan melihat kehebatan dalam diri seorang Marcus Rashford. Dia membuat permainan semakin menarik dan ingin berbuat lebih banyak untuk tim”, puji pelatih Inggris U18, McGuinness beberapa waktu lalu dikutip dari Manchester Evening News.

“Dia mulai mengerti bahwa inti dari permainan sepakbola adalah mencetak gol. Tapi dia harus bekerja lebih ekstra untuk menyamai kiprah Ruud van Nistelrooy idolanya”, tukasnya.

“Marcus itu mengejutkan, dia anak baik ,berbakat dan pekerja keras. Dia adalah bagian dari tim yang harus dipunyai oleh pelatih. Dia mengejutkan dan mencetak banyak gol,” puji Nicky Butt, pelatih United U19, dikutip dari Mirror.

Di musim ini Rashford pernah menyapa bangku cadangan saat pertandingan untuk Watford dan Leicester di EPL. Namun dia tak diijinkan Van Gaal untuk menyentuh rumput Old Trafford lebih dini. Pantas saja jika Wenger atau Petr Cech tak mengenal ‘Ballboy’ ini sebelumnya. Andai disuruh memilih, Wenger pasti tak akan menolak untuk menikmati secangkir kopi di Senin pagi sambil membaca berita online : “Gudang Peluru Menghancurkan Tembok Kokoh Setan Merah”. Namun kenyataannya meriam itu dibuat melempem oleh aksi manja seorang anak kecil bernama Marcus Rashford.

Nama: Marcus Rashford

TTL : Wythenshawe, Manchester, 31 Oktober 1997

Posisi: Striker

Bergabung dengan MU Senior : 1 Juli 2014

Klub Masa Kecil : Fletcher Moss Junior

This entry was posted in Asyiknya Menulis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>