Membaca Mimpi-Mimpi Galilei

Hanya karena mendukung pemikiran seorang Copernicus, Galileo Galilei harus menghabiskan sisa hidupnya sebagai tahanan rumah, dikucilkan. Bahkan untuk sekedar tak sependapat dengan Aristoteles : bahwa peredaran bumi adalah bulat mengelilingi matahari dan matahari sebagai sistem tata surya. Karena sifatnya yang koppig itu, dia harus berhadapan dengan Gereja Katolik Romasebagai penjahat iman.

Mimpi seorang filsuf abad 16 ini terasa hidup kembali saat Paus Yohanes Paulus II di tahun 1992 menyatakan secara resmi bahwa keputusan penghukuman itu adalah salah. Hal ini dikuatkan kembali oleh Paus Benediktus XVI dengan merehabilitasi namanya sebagai ilmuwan di tahun 2008.

Bersama Anak-Anak Sekolah Dasar

Bersama Anak-Anak Sekolah Dasar

Seperti halnya Galilei, kami ingin membaca kembali arti sebuah impian. Menumbuhkan imajinasi pada otak bawah sadar mereka, memunculkan motivasi diri, menempa cita-cita, dan yang terpenting adalah berani untuk mulai bermimpi.

Suatu ketika ada satu orang anak perempuan yang bersembunyi di kolong meja paling belakang. Dia satu-satunya anak yang tak mau maju ke depan kelas. Di saat bersamaan teman-temannya berebut mengangkat tangan untuk menunjukkan impian mereka di depan kelas. Kuhampiri dia dan kutanya kenapa dia melakukan itu?

Dia tertawa. Terlihat pipi merahnya bercahaya di kolong meja yang agak gelap itu. Dia tak berkata apa-apa tapi aku yakin dia malu untuk berkata : “Aku ingin bermimpi di kolong meja saja kak. Bukan di depan kelas. Karena aku punya impian yang berbeda”

Ah. Aku tak bisa memaksa dia untuk beranjak dari tempat persembunyiannya. Aku tak bermaksud mengajari mereka agar bisa melakukan apa saja. Aku hanya berharap mereka bisa membaca sendiri impian mereka.

Seperti halnya Galileo Galilei, bapak sains dan fisika dunia ini pernah berujar dalam bahasa Italia :

Non puoi insegnare qualcosa ad un uomo.
Lo puoi solo aiutare a scoprirla dentro di sé.

Kamu tidak dapat mengajari seseorang apa pun.
Kamu hanya bisa membantunya menemukan apa yang ada dalam dirinya sendiri.

Tulungagung, 6 Februari 2016
#BaGusRosyidTuasamu
#FounderMimbarFoundation

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>