Trigoniulus Corallinus : Milipide Penghasil Cairan yang Dapat Melepuhkan Mata Manusia

123m
Apa yang akan terjadi jika mata manusia terkena cairan yang dapat melepuhkannya? Yang akhirnya dapat menjadi buta? Tentu kita tak ingin hal ini terjadi. Bahkan di dalam mimpi sekalipun.

Selepas menghela nafas saat maghrib tiba, kami menyiapkan sebuah headlamp agar bisa menembus gelapnya hutan rimba. Hal ini terpaksa kami lakukan agar semata-mata kami tak menginap di tengah hutan tanpa adanya air. Sedangkan target kami malam ini adalah sampai di Hulu Rabang, aliran sungai yang bercabang dua, yang keberadaannya belum dapat kami temukan. Kami harus menginap di sana, apapun yang terjadi.

Dalam keadaan lelah dan lapar saat udara dingin menusuk badan, tanpa sengaja aku bersandar pada sebuah pohon besar setelah persimpangan. Berharap melepas penat setelah medan yang kulalui cukup terjal. Baeangkali ada sedikit oksigen yang bisa memenuhi paru-paruku. Dan pasa akhirnya, sorotan tajam cahaya senter menyilaukan kedua mataku seketika.

“Awas di atas kepalamu!”, Muhidin Parapat spontan menggertakku.

Segera bergegas kuangkat tubuhku yang baru 3 detik bersandar itu untuk menjauhi pohon. Kulihat seekor Milipide dari kelas diplopoda, menggeliat dengan gagahnya di antara celah kulit pohon.

Sebenarnya tidak ada masalah dengan hewan ini. Tidak berbahaya, tidak ada racun, menggigitpun juga tak ada taringnya.Hanya saja saat manusia dianggapnya sebagai musuh, Milipide akan menggulung diri menjadi seperti lingkaran bola & menggunakan kulit tubuhnya yang keras sebagai perisai pelindung.

Dalam kondisi terdesak, Milipide akan mengeluarkan cairan dengan tingkatan bervariasi. Mulai dari bau yang tidak sedap dan menyengat sampai dengan cairan yang dapat melepuhkan serangga/mata manusia. Oleh sebab itu cairan dari hewan seperti cacing berkaki ini jangan sampai terkena mata, organ tubuh yang paling sensitif.
~~~~~~~~~~~~~~~
Hewan Pemakan Sampah Organik
~~~~~~~~~~~~~~~

Milipide adalah hewan dekomposer yakni mereka hidup dan makan dari sisa-sisa tumbuhan/sampah organik. Hewan ini mempunyai peran yang tidak kalah penting dalam siklus alam. Yaitu menjaga kebersihan lantai hutan dan meningkatkan kesuburan tanah karena kotoran yang dikeluarkannya membantu meningkatkan kandungan zat hara dalam tanah. Tanah yang gembur ini sangat bermanfaat bagi tumbuh-tumbuhan.

Selain sampah organik, Milipide juga memakan lumut & jamur. Beberapa spesies kaki seribu juga memiliki sifat Omnivora alias pemakan segala (tumbuhan & daging) di mana daging yang dimakannya merupakan daging hewan-hewan yang lebih kecil dari tubuhnya seperti serangga.

Milipide menggunakan spirakel alias lubang-lubang di sisi tubuhnya untuk bernapas, yang berjumlah 4 buah di setiap ruas tubuhnya. Milipide tidak bisa menutup spirakelnya sehingga dia dapat kehilangan banyak uap air dari dalam tubuhnya & mati kekurangan cairan jika suhu lingkungannya sangat tinggi. Oleh karena itulah Milipide memilih habitat yang lembab sebagai tempat tinggalnya, seperti di lantai hutan. Sebagai bentuk antisipasi lebih jauh, Milipide juga lebih sering keluar pada saat gelap, seperti yang kami temukan malam ini.

#SebelumHuluRabang
#DariBerbagaiSumber

This entry was posted in Catatan Perjalanan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>