Monthly Archives: January 2016

Petuah Pohon

Meminjam judul buku seorang pujangga dari Desa Guci kaki Gunung Slamet, Zia Ul Haq, bahwa sebatang pohon pun katanya juga bisa memberikan beberapa petuah. Wah hebat sekali dong berarti. Ya tentunya pohon-pohon di dalam hutan ini punya banyak sekali petuah, seperti halnya Derai-Derai Cemara yang ditulis Chairil Anwar.Cemara menderai sampai jauh  Terasa hari akan jadi malam Ada beberapa dahan di tingkap … Continue reading

Posted in Catatan Perjalanan | Leave a comment

Trigoniulus Corallinus : Milipide Penghasil Cairan yang Dapat Melepuhkan Mata Manusia

Apa yang akan terjadi jika mata manusia terkena cairan yang dapat melepuhkannya? Yang akhirnya dapat menjadi buta? Tentu kita tak ingin hal ini terjadi. Bahkan di dalam mimpi sekalipun. Selepas menghela nafas saat maghrib tiba, kami menyiapkan sebuah headlamp agar bisa menembus gelapnya hutan rimba. Hal ini terpaksa kami lakukan agar semata-mata kami tak menginap di tengah hutan tanpa adanya … Continue reading

Posted in Catatan Perjalanan | Leave a comment

Durian Rimba, Manisnya Alami Tanpa Harus Membohongi

Di hutan lebat seperti ini hanya berlaku 2 hukum : hukum adat dan hukum rimba. Tanpa bermaksud mengesampingkan hukum pidana dan perdata, di pedalaman hutan ini tidak berlaku keduanya. Jika terjadi apa-apa dengan diri kita, pasrahkan saja semuanya pada Allah semata. Tuntas sudah. Dalam perjalanan dari Hulu Menyanoi (Sungai Putih) ke Pintu Rimba, kami mendapati kulit durian yang sudah terbelah. … Continue reading

Posted in Catatan Perjalanan | Leave a comment

Tawon Rimba : Sengatan Mengerikan yang Membuat Badan Demam

Sebelum mengambil keputusan untuk melintasi hutan rimba, saya membaca beberapa testimoni orang-orang yang pernah melalui jalur ini. Hampir semua yang menulis di buku tamu Taman Nasional mengatakan : “Tawonnya benar-benar mengerikan.” Imajinasiku benar-benar tak bisa menangkap kata-kata ‘mengerikan’ itu seperti apa sebenarnya. Apakah tawonnya sebesar bola pingpong? tenis? Atau mainnya keroyokan seperti dalam film pedalaman hutan Peru, Apocalypto? Ah sudahlah. … Continue reading

Posted in Catatan Perjalanan | Leave a comment

Uuud : Suku Paling Misterius dan Primitif di Pegunungan Kalimantan

Percaya atau tidak, saya mendapatkan cerita tentang suku paling misterius dan primitif di pedalaman kalimantan ini dari warga desa Rantau Malam. Desa paling ujung dalam tatanan sungai hulu Serawai. Desa ini menjadi desa terakhir sekaligus perbatasan dengan hutan rimba. Segera kupasang daun telingaku baik-baik dan kusiapkan sebuah pena & buku kecil untuk mencatat penjelasan dia. Kadang-kada saya tak paham dengan … Continue reading

Posted in Uncategorized | 2 Comments

Daddy Longlegs : Gigitan Laba-Laba Palsu yang Dianggap Sangat Beracun

Hujan gerimis memaksa kami untuk hening sejenak di dalam tenda. Tak terkecuali hewan-hewan kecil dan serangga juga turut berlindung dari air hujan. “Auuuh…”, Pendi tiba-tiba berteriak karena sebuah gigitan. “Ada apa bang?”, kataku. “Dia menggigit bang”, kata Pendi sambil menunjukkan sesosok hewan yang merayap di tangannya. Ternyata yang menggigit tangan Pendi adalah seekor harvestman, laba-laba palsu yang hanya muncul saat … Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Piye Kabare? Enak Nang Kampung To?

Kalau melintasi sungai di waktu dan moment yang tepat, jangan heran kalau banyak masyarakat dayak tidak memakai pakaian. Ritual tiap pagi dan sore hari : mandi, cuci, kakus. Bagi anak-anak bermain di kali adalah suatu hal yang sungguh menyenangkan.Sungai adalah sahabat paling akrab bagi mereka. Jantung kehidupan. Kalau ditanya, ‘emang adek ga takut ada buaya?’ itu sama saja kita mengebiri hajat-hajat … Continue reading

Posted in Catatan Perjalanan | Leave a comment

Gadis Dayak dan Denda Adat

Sosok berkulit putih, bermata sipit, berambut panjang, pirang, senyumnya sederhana dan juga cantik tentunya, memecah keceriaan anak-anak hulu sungai yang sedang mandi di sebuah sore. Sambil menunggu senja tenggelam, dia tampak asyik bermain air sungai jernih yang hanya setinggi dada orang dewasa. Sesekali mengusap rambutnya yang sudah terlanjur basah, dia timbul tenggelam ke permukaan. Anda tertarik? Ooops. Jangan sampai anda … Continue reading

Posted in Catatan Perjalanan | Leave a comment

Demi Mimpi-Mimpimu, Melajulah Sampai Jauh 

Sebuah perahu klothok (perahu kecil yang terbuat dari kayu meranti) mengangkut penumpang dari desa di sepanjang hulu sungai menuju kecamatan Serawai. Baling-baling bagian belakang perahu ini sedang bermasalah sehingga harus dikayuh menggunakan sebatang galah.Beberapa desa sepanjang hulu sungai menggunakan alat transportasi perahu sebagai transportasi satu-satunya untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari di kecamatan. Itu pun tidak setiap hari dilakukan. Tiap sebulan sekali … Continue reading

Posted in Catatan Perjalanan | Leave a comment

Hippodamia Apicalis : Lady Beetle yang Suka Mengendap-endap

Di Hulu Rabang (sungai bercabang dua) seekor hewan terlihat merayap mengendap-endap di sebuah batang pohon kering. Ketika di dekati dia malah pergi dengan cepat meninggalkan kami. Beberapa saat kemudian dia berhenti seolah ingin mendapatkan perhatian dari beberapa orang yang jarang ditemuinya di tengah hutan. Bentuk badannya memanjang. Sekujur badannya hitam legam dan mengkilat kecuali pangkal kakinya berwarna merah. Berjajar rapi … Continue reading

Posted in Catatan Perjalanan | Leave a comment