Susur Sungai di Pedalaman Pulau Seram

MALUKU, bagusrosyid.com РPagi-pagi buta aku sudah terbangun dari rumah gubuk milik Mama Erlyn. Tidak ada jam dinding, semua baterai handphone sudah pupus. Satu satunya handphone yang masih tersisa dayanya adalah milik Dinda Rasti. Tadi malam  untungnya sempat di cas dengan senter bertenaga matahari milik Mama Kristin seusai makan malam di rumahnya. HP yang masih menyala itulah yang ku setting untuk alarm. Rencananya pagi ini aku akan bergegas duluan menyeberang 3 aliran sungai besar ke desa Hoaulu, pinggiran jalur lintas Pulau Seram. Pagi, sebelum Subuh aku sudah janjian dengan Mama Kristin untuk ikut menyusuri sungai menuju Pasar Hoaulu. Mama Kristin akan menjual coklat hasil kebunnya sekaligus berbelanja kebutuhan dapur untuk 1 minggu ke depan.

 

This entry was posted in Catatan Perjalanan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>