Monthly Archives: January 2014

Raung 3.344 mdpl : Sang Penebar Racun

Fadli sudah siap di atas motor Ali. Dengan susah payah, kerilnya yang segede kulkas itu digendong dengan naik motor. Mereka berbalik arah melewati depan stasiun Pasar Turi. Kemudian melewati Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang pernah menjadi kebun binatang se Asia Tenggara. Tujuan mereka adalah ke rumah sakit tempat dimana Gandy dirawat karena tipes. “Bang Fadli sudah pernah nanjak kemana saja … Continue reading

Posted in Catatan Perjalanan | Leave a comment

Pelaksanaan Santunan Yatim, Dhuafa, Janda dan Jompo

Salam Sejahtera bagi kita semua, Alhamdulilah acara santunan untuk yatim, dhuafa, Janda, dan Jompo terlaksana dengan baik. Kami dari Mimbar Foundation mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu donatur yang sudah menyisihkan sedikit hartanya di Bulan Maulid penuh berkah ini untuk mereka. Semoga amal ibadah Bapak/Ibu diterima di sisi Allah SWT. Berikut foto kegiatannya : Acara ini dihadiri oleh Anak Yatim, Ibu-Ibu Janda … Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Raung 3.344 mdpl : Seandainya Saja (9)

Kami memutuskan untuk duduk di kursi paling belakang. Sebelah jendela kanan ada Fadli kemudian Lora dan aku duduk paling kiri. Di sebelahku ada sepasang suami istri kira-kira berumur 50-an. Sama seperti ibuku. Sedangkan paling pojok ada bapak-bapak yang sedang tertidur pulas. “Mas, jagung mas”, seorang penjual jagung menawarkan dagangannya padaku. “Lora mau jagung?” kataku. “Boleh-boleh” “Saya beli 3 ribu ya … Continue reading

Posted in Catatan Perjalanan | Leave a comment

Raung 3.344 mdpl : Ketika Harus Menjadi Backpacker (8)

“Fad, sebentar dulu” “Ada apa Chid”, kata Fadli. “Eh. Tuh ada goyang dangdut. Musim liburan gini di tempat-tempat publik Surabaya pasti ada fasilitas hiburan gratis” “Emang lo mau ngapain. Gak usah aneh-aneh deh” “Gue mau nyawer. Hahaha” “Ih, abang ochid menel banget. Gak malu apa”, Lora ikut angkat bicara. “Mumpung gratis nih. Kapan lagi bisa ada konser kayak gini di … Continue reading

Posted in Catatan Perjalanan | Leave a comment

Raung 3.344 mdpl : Dejavu About Bungurasih (7)

Hampir 30 menit kami menunggu bis kota menuju terminal bungurasih tapi tak ada bis kota yang lewat. Ada satu bis lewat tapi sudah penuh dengan penumpang. Dengan bawaan kami yang cukup besar ini akan menyulitkan untuk masuk ke dalam. Kalau dimasukkan ke bagasi akan menyita waktu lama dan ribet. Akhirnya kami tetap sabar menunggu bis kota yang sedikit lengang. Jalanan … Continue reading

Posted in Catatan Perjalanan | Leave a comment

Raung 3.344 mdpl : Megahnya Sang Tugu Pahlawan (6)

Rasanya jenuh juga kalau menunggu Ali balik lagi. Hanya duduk dan menghabiskan waktu dengan melihat lalu-lalang kendaraan di depanku. Semakin dilihat semakin pusing. Gatal rasanya kaki ini ingin bergerak. Sayang juga kalau di Surabaya hanya nongkrong tanpa jalan-jalan mengelilingi suasana kota. “Lora tahu tempat wisata di sekitar sini gak?” “Kayaknya di seberang jalan sana ada Tugu Pahlawan deh bang. Sekitar … Continue reading

Posted in Catatan Perjalanan | Leave a comment

Raung 3.344 mdpl : Ali dan Gadis Penjual Jamu Gendong (5)

“Mana Fad temen lo si Ali. Mau datang jam berapa dia” “Ini katanya masih di jalan. Tunggu aja bentar lagi juga nyampe sini. Tunggu di situ aja yuk. Tuh ada bangku panjang. Lumayan buat selonjoran” ”Oh iya ya. Ajakin Lora tuh yang katanya masih ngantuk. Biar bisa tiduran di situ” ”Lor, sini nih. Enak kalau mau tiduran” ”Iya abang” Pagi … Continue reading

Posted in Catatan Perjalanan | Leave a comment

Raung 3.344 mdpl : Terpesona Mbak Nasi Pecel (4)

“Ini mas nasi pecelnya”, mbak penjual pecel itu menyodorkan nasi yang sudah kami pesan. “Oh iya mbak. Makasih ya”, kataku. “Mbak boleh minta cebokan? eh kobokan maksudnya”, sambungku lagi. Si mbak penjual nasi pecel tertawa. Fadli dan Lora juga tertawa gara-gara aku keseleo lidah. Mau minta kobokan malah keliru cebokan. Apalagi mbak penjual nasi yang masih  berumur sekitar 21 tahunan … Continue reading

Posted in Catatan Perjalanan | Leave a comment

Raung 3.344 mdpl : Nasi Pecel, Tempe Penyet, dan Pujaan Hati Fadli (3)

Mendarat di Surabaya Jejak kaki ini sudah menandai tanah surabaya. Kota yang kutinggalkan 7 tahun lalu kini kusambangi lagi dengan misi yang berbeda. Jika dahulu aku harus meninggalkan kota pahlawan ini karena drop out dari ITS, kini kedatanganku untuk menikmati pemandangan kota ini. Sekedar itu saja. Sebenarnya bukan tujuan utamaku ke Surabaya, melainkan ke timur Surabaya. Nah, kemana tepatnya kami … Continue reading

Posted in Catatan Perjalanan | Leave a comment

Raung 3.344 mdpl : Memulai Perjalanan (2)

“Chid lo dimana? Gue udah di senen nih sama Lora. Gue di depan Indomaret” SMS itu tersangkut di HP ku. Rupanya sms dari Fadli. Dia sudah berada di stasiun senen bersama Lora. Beberapa miscall juga bersarang di layar.  Maklum, aku lebih suka men-silent HP ku. Lebih senang dengan kondisi yang sunyi. Kecuali untuk waktu-waktu tertentu jika perlu diaktifkan. “Gue masih … Continue reading

Posted in Catatan Perjalanan | Leave a comment