Monthly Archives: June 2013

Personifikasi Sebuah Puisi

Dia memberikan keindahan seperti gadis yang menampakkan aura kecantikannya. Namun sepenuhnya puisi bukanlah seorang gadis.   Ilmu Fisika, Matematika, Kimia, Biologi, dan ilmu terapan lainnya adalah simbol kecerdasan dan membuat kita semakin modern jika mempelajarinya. Namun dengan sebuah puisi kita mampu menemukan titik kedamaian di setiap sisi humanis umat manusia. Puisi yang selama ini digadang-gadang sebagai lambang keindahan mampu menembus rigiditas … Continue reading

Posted in Asyiknya Menulis | Leave a comment

Psikologi Bahasa dan Tarian Sastra

 Kelenturan inilah yang menjadi celah untuk menuangkan ide dan pemikiran melalu sastra. Selanjutnya akan dipersonifikasikan sebagai tarian sastra           Bahasa menyatukan bangsa. Adagium tersebut memang benar adanya. Bahasa merupakan alat komunikasi paling ampuh untuk menyatukan segala perbedaan. Bahasa mampu mewujudkan tatanan nasional yang dimengerti oleh semua lapisan warga negara. Dalam komunikasi modern, bahasa lebih mudah dipahami dengan adanya kecanggihan alat … Continue reading

Posted in Asyiknya Menulis | Leave a comment

Kecupan Terakhir 5

Senyuman palsu yang keluar dari bibirku pun terasa getir. Salah tingkah apa yang harus kulakukan. Tak mungkin aku menitikkan air mata karena saat itu aku tak bisa   Air Mataku Sudah Kering ”Ibu mana? Teleponmu kasih ke ibu”, sahutku. ”Bu, telepon dari Mas”, sebuah suara adikku di ujung telepon yang samar-samar dan tidak begitu jelas. ”Halo?”, sebuah suara dari HP … Continue reading

Posted in Cerpen isme | Leave a comment

Kecupan Terakhir 4

Deg. Tiba-tiba saja hatiku merasa ada yang menekan. Berarti firasatku selama ini benar   Surprise… ! Kakak keponakanku itu mengambil nasi kucing dan lauk gorengan yang masih tersisa di tempat makanan. Maklum, jam sebelas begini hanya tersisa beberapa makanan yang belum habis terjual. Jam-jam begini juga sudah agak sepi orang berkeliaran di jalanan. Di warung kecil itupun hanya ada aku … Continue reading

Posted in Cerpen isme | Leave a comment

Kecupan Terakhir 3

Apakah karena kondisi ayahnya yang masih dipenjara? Atau ada masalah lain yang ingin disembunyikan padaku?   Malam Penuh Kehangatan Malam ini dingin. Mungkin angin berhembus membawa material salju. Aku hanya memakai kaos tipis dengan celana tentara. Meski membawa jaket, namun aku enggan memakainya dan memilih menaruhnya di dalam tas ransel. Dingin sudah terbiasa buatku, walau Jakarta selalu panas. Aku teringat … Continue reading

Posted in Cerpen isme | Leave a comment

Kecupan Terakhir 2

Seandainya aku hilang kendali, perokok-perokok itu sudah kupukul dengan genggamanku yang sudah mengepal ini. Aku tak peduli mau berkelahi dengan mereka.   Emosi yang Hilang Terbersit dianganku, kecupan terakhir yang ingin kulakukan rasanya sudah tergantikan saat aku di atas sini. Dia sudah bahagia meski aku tak sempat mengecupnya. Aku merasa bahagia, dan aku bisa merasakan kecupanku di keningnya meski aku … Continue reading

Posted in Cerpen isme | Leave a comment

Kecupan Terakhir 1

“Sudah lepaskan saja Bu, jangan menunggu aku. Aku masih di Jakarta”, bunyi SMS kepada ibuku.   Minggu, 26 Juni 2011 Pukul 14.05 WIB dan aku sudah satu setengah jam duduk di kursi tunggu ini. Jadwal boarding pass masih setengah jam lagi. Padahal aku ingin segera sampai di Bandara Juanda Surabaya. Apa boleh buat, aku hanya bisa mendapatkan tiket tercepat hari … Continue reading

Posted in Cerpen isme | Leave a comment

Jatuh Cinta Adalah Caraku Bertasbih Kepadamu

  . Di balik hamparan sinar mentari Dan di antara bunga-bunga abadi Telah kubulatkan tekad untuk berseru kepadamu Bahwa gumpalan awan yang menari itu Mampu menembus melodi perasaanku  . Engkau biarkan butiran senja memanjakan mataku Keindahan itu telah merenggut segala perhatianku Hingga pada akhirnya Hanya rasa takjub inilah yang kupunya  . Kini kupijakkan kaki ini di pucuk tertinggi Tak ada … Continue reading

Posted in Coretan Puisi | 2 Comments

(Catatan Perjalanan) Ekspedisi Sukhoi, Membelah Gunung Salak Cidahu-Cimelati

“Ranger. Tim Sweeper masih di HM 45. Vita mengalami Hypothermia !!!”   ‘’Don’t Judge The Book From The Cover” Pepatah itulah yang selalu melekat di benakku setelah ekspedisi reruntuhan Sukhoi di Gunung Salak tanggal 14-16 Juni 2013. Pepatah itu juga yang akan mengingatkan kita bahwasanya untuk mendaki gunung jangan selalu melihat gunung dari ketinggian mdpl-nya melainkan lihatlah medan yang akan … Continue reading

Posted in Catatan Perjalanan | 5 Comments