Gadis Bergaun Bidadari

Sosok bidadari yang begitu indah

Menggelayut dalam pikiranku

Bersenandung dalam lampu temaram

Mengiringi langkah roda kereta di tengah malam

.

Suara angin berbisik yang mengusik perjalanan ini

Menambah syahdu pancaran hati

Menyisir lembayung cinta dalam sesak

Terserak

Terbanting oleh denting-denting gesekan angin

Malam dingin telah menyusup perlahan dalam daging

Menggetarkan alunan sendu di setiap aliran darah, memerah

.

Satu, dua, tiga

Beberapa orang melintasi angan-angan

Dengan iringan sayup sinar rembulan

Pikiran itu melayang

Sang bidadari menggodaku tiada henti

.

Kubiarkan peluhku berjatuhan

Sesekali hembusan angin menahannya jatuh

Dan mengeringkannya menjadi uap biasa

Biarlah terbang menuju langit mengangkasa

Sebagai bukti cintaku pada sang bidadari

Uap itu menyampaikan salamku kepada mereka

.

Gadis bergaun bidadari

Sungguh elok cahaya rupa yang kau pancarkan

Menghiasi bunga hati bermekaran

Menambah aroma kesejukan dalam cinta

.

Gadis-gadis itu telah bersemi perlahan

Ketika roda kereta mulai dijalankan, mereka bermunculan

Tidak hanya dalam logika namun dalam hati

Hati yang setiap hari dipenuhi alif

Meski hanya sebatang

.

Bidadari di malam hari

Tak cukup waktu untuk menghidupkan lampu-lampu

Jika ingin merasakan keberadaan mereka

Tapi dengan hatimu

Dengan jiwamu

Atau dengan tentakel perasaan yang telah menyatu dalam dirimu

Dan bidadari itu menerimamu apa adanya

.

#Brantas 30032012

This entry was posted in Coretan Puisi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>