Kisah-Kisah Tak Berujung


  

Kisah klasik itu mengingatkan dia dengan memori purba

Keindahan masa-masa yang pernah mengalir begitu saja

Kebahagiaan yang selalu jadi primadona

Kini hanya seperti kenangan yang berputar dalam logika

 

 

Waktu terus berlari mencari jati diri

Menyapa siapa saja tanpa pernah peduli

Aku, kamu, dia, atau mereka

Sedangkan dia selalu terjerembab oleh waktu yang berputar lama

Memutar kisah-kisah kehidupan yang pada sekarang bukanlah zamannya

Dan dia terguncang karenanya

 

 

Hari ini tak seperti hari kemarin, bukan harimu yang bahagia

Kisah-kisah itu kini seperti tak ada ujungnya

Terkadang berada di atas atau di bawah

Kesedihan merajalela, sedetik dua detik kemudian sirna

Silih berganti kehidupan itu akan bermakna bagimu

Jika dahulu dia hanya mengerti tentang bahagia

Kini kebahagiaan itu tergores oleh luka

Luka yang pedih tak terperi

Dan hanya dalam dada luka-luka itu terus terpatri

 

 

Kisah itu semakin tak berujung

Ketika dia meronta, meminta memundurkan waktu yang telah lama berjalan biasa

Dia tak sanggup

Hari-harinya selalu terpuruk

Keputus-asaan yang menjadi dilema

Mendera

Menghakimi cermin hati yang sekarang membisu

Bisu karena waktu

 

 

Perlahan dia bangkit

Menyadari kebahagiaan tak selamanya ada

Terus menatap diri menyandingkan dengan hegemoni

Dunia bukan hanya hari ini saja

Esok atau kemarin

Tapi dunia masih selalu ada di manapun hati berada

Ini hanyalah permainan waktu

Jika tak mau terjebak kisah-kisah tak berujung

 

 

#Gedung Angkuh, 23022012

pict

This entry was posted in Coretan Puisi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>