Gathotkaca Mencari Cinta

 

Kata orang aku tegar

Kata orang aku kuat

Kata orang aku seperti gathotkaca yang gagah dengan dua sayap dipunggungnya

Tapi entah kenapa aku menitikkan air mata

Air mata cinta yang aku sendiripun tak tahu asalnya darimana

Kubiarkan dia meleleh dalam lesung pipiku

.

Tapi aku tak menangis

Tuhan dengan cepat menyeka air mataku dengan kasih sayangnya

Di saat hatiku terasa teriris

Oleh orang yang kucinta dan dia tak memilihku sebagai pendampingnya

.

Aku merelakanmu bukan karrena aku tak mencintaimu

Tahukah engkau? Aku sungguh mencintaimu

Tanyakan saja pada denyut nadiku jika engkau takĀ  percaya

Aku bahagia tatkala raut wajahmu bahagia

Meski aku tak di sisimu selamanya

.

Cinta ini tampak unik

Tatkala aku kehilangan seorang kekasih, aku tampak sedih

Lantas kenapa aku merelakannya?

Mengapa tak kugunakan saja sayapku untuk membawanya terbang ke angkasa?

Mengapa aku bahagia dan engkau tak jadi milikku?

Aku tak sanggup menjawab pertanyaan-pertanyaan yang penuh dengan kata mengapa ini

Karena aku tahu. Mencintai tak berarti harus memiliki

Aku mencintaimu bukan karena nafsu

Aku mencintaimu karena aku ingin menyempurnakan agamaku

.

Ah sudahlah, tak ada gunanya aku meratapi

Asal engkau bahagia aku juga ikut bahagia

Aku tak ingin menangisi cinta

Aku hanya ingin menjaganya agar tetap suci

.

#Gedung Angkuh, 19022012

inspired by kisah-kisah tak berujung

pict

This entry was posted in Coretan Puisi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>