Dan Ketika Informasi-Informasi Itu Memaksa Masuk Dalam Rongga Otakku Dengan Tidak Sopan

Informasi yang salah jika diperdengarkan pada public secara berulang-ulang akan menjadi sebuah teori kebenaran. Bagaimana mungkin? Dalam istilah dunia bawah sadar, secara tidak langsung dunia bawah sadar akan merekam segala informasi yang berkeliaran di daerahnya. Menangkap kemudian menerjemahkan dalam bentuk cikal bakal kebenaran yang masih premature. Dan karena ulah manusialah yang dipenuhi dengan persepsi dan ambisi menjadikannya sebuah teori kebenaran mutlak dan tak terbantahkan. Itulah informasi. Terkadang bisa menjadi amoeba yang membelah diri memasuki neutron dalam otak dan merasa telah menjadi dogma yang pantas untuk diikuti.

Rasanya tidak terelakkan lagi dan sulit untuk dihindari ketika informasi merasa menjadi raja dalam masa depan kehidupan. Meski pada dasarnya zaman dahulu informasi harus di dapat dari kode alam atau hasil kreasi manusia namun dengan berkembangnya alat infrastruktur informasi mampu di dapat hanya dalam beberapa detik. Jarak sudah tak ampuh menjadi alasan dan sudah dikandangkan menjadi sejarah klasik. System konvensional selama ini telah diacak-acak sehingga system itu sendiri lebih ketinggalan dibandingkan dengan kecepatan teknologi yang semakin berkembang. Sedangkan manusia sebagai objek dari informasi itu belum mampu menciptakan alat yang ampuh untuk menjadi tameng sewaktu-waktu jika informasi berbalik menyerangnya.

 

#Rawatengah, 04022012

pict

This entry was posted in Asyiknya Menulis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>