Monthly Archives: February 2012

Karam

Seorang gadis yang tersungkur hatinya itu Termenung. Meratap dalam sedih penuh luka Menangisi air mata yang terlanjur jatuh ke bumi Mengalir dalam damai . Suara serak basah yang terlontar dalam setiap kata Menggambarkan suasana kelabu di balik jendela kalbu Rasa sayang itu kini perlahan sirna Hanya sekejap. Tak butuh waktu bahkan untuk sedetik saja . Sekian lama cintu itu akhirnya … Continue reading

Posted in Coretan Puisi | Leave a comment

Dan Akupun Terjatuh, Dalam Keheningan Malam

Malam mulai menghitam saat senja tak menampakkan dirinya Langit gelap mengiringi maghrib yang menggema Suara adzan melumpuhkanku pelan-pelan Dan akupun terjatuh, dalam keheningan malam . Rona merah di langit itu masih tersisa Duhai cinta. Dimanakah engkau berada? Apakah engkau berada di balik awan yang memerah itu? Atau engkau malu menampakkan jati dirimu? Aku tahu karena engkau tak cukup waktu mengatakan … Continue reading

Posted in Coretan Puisi | 2 Comments

Kisah-Kisah Tak Berujung

   Kisah klasik itu mengingatkan dia dengan memori purba Keindahan masa-masa yang pernah mengalir begitu saja Kebahagiaan yang selalu jadi primadona Kini hanya seperti kenangan yang berputar dalam logika     Waktu terus berlari mencari jati diri Menyapa siapa saja tanpa pernah peduli Aku, kamu, dia, atau mereka Sedangkan dia selalu terjerembab oleh waktu yang berputar lama Memutar kisah-kisah kehidupan … Continue reading

Posted in Coretan Puisi | Leave a comment

Kyai Sontoloyo 3

  Desas-desus yang beredar Kyai Sontoloyo mempunyai ilmu langit. Hal ini karena kepandaian beliau dalam ilmu agama. Bahkan ada yang bilang Kyai Sontoloyo adalah reinkarnasi dari Sunan Kalijaga   Sebenarnya tidak ada yang special dari sosok Kyai Usman alias Kyai Sontoloyo. Kyai Sontoloyo adalah adik dari Bu Nyai Ali, istri dari Kyai Ali. Hanya saja dari sisi jabatannya sebagai lurah … Continue reading

Posted in Cerpen isme | Leave a comment

Menunggu Bulan Tersenyum

. Kutatap rembulan yang bermandikan cahaya di sana Dan kurasakan kegersangan di dalamnya Mega merah masih saja setia mendekat Menyelimuti rembulang dengan kabutnya yang pekat . Rembulan hari ini tampak meredup Hatinya mungkin sudah merasa tak lagi hidup Meski bintang-bintang yang mengelilinginya tertawa lepas Tetap saja malam ini rembulan merenung kesepian Melodi nada harmonika pun belum mampu membuatnya tersenyum Malam … Continue reading

Posted in Coretan Puisi | Leave a comment

Tuhan Menegurmu Dengan Sopan

Wajah itu tertunduk lesu Dunia telah membuatnya menangis Meratapi jalan kehidupan dalam sebuah garis . Tuhan tak pernah bosan menyayangi dirimu Dikala hatimu penuh kata-kata ambigu Dan di saat keinginan tak sesuai harapan Tuhan menegurmu dengan sopan . Tuhan, biarkanlah wajah-wajah polos dan lucu itu Tertawa dan menertawakan dunia Dunia yang kira-kira telah menertawakan kehidupan mereka Melarung sendu, merdu Bernyanyi … Continue reading

Posted in Coretan Puisi | 2 Comments

Gathotkaca Mencari Cinta

  Kata orang aku tegar Kata orang aku kuat Kata orang aku seperti gathotkaca yang gagah dengan dua sayap dipunggungnya Tapi entah kenapa aku menitikkan air mata Air mata cinta yang aku sendiripun tak tahu asalnya darimana Kubiarkan dia meleleh dalam lesung pipiku . Tapi aku tak menangis Tuhan dengan cepat menyeka air mataku dengan kasih sayangnya Di saat hatiku … Continue reading

Posted in Coretan Puisi | Leave a comment

Cinta Merindu

. Rindu bukan sembarang rindu Rindu sang kekasih pada kekasihnya Cinta tak mampu membendung asa Saat rindu membuncah di dada Apakah aku cinta padamu? . Tuhan, kenapa hatiku terkoyak Oleh cinta itu sendiri Cinta yang selama ini kupuja dan kupuji Cinta yang selalu merasuk dalam hati Cinta yang mendefinisikan hidup penuh teka-teki Cinta hamba kepada seorang makhluk di seberang sana … Continue reading

Posted in Coretan Puisi | Leave a comment

Kentut

  Apa yang salah dengan negara ini? Kentut selalu berputar-putar di area pemerintahan. Mencederai sistem, mengobrak-abrik tatanan, menelanjangi aturan yang sudah dibuat dan menyalahgunakan wewenang sudah menjadi bagian siklus teratur untuk menjalankan roda birokrasi. Kentut adalah representasi sistem korup yang takut dengan mafia dan para brutus.   Kentut biasanya dicritakan negatif bagi orang-orang yang mencium baunya. Dihujat, dihina bahkan dianggap … Continue reading

Posted in Coretan Puisi | Leave a comment

Bungkam

. Kamu sangat jauh Tapi bagiku sungguh dekat Meski hatimu penuh lara Dan perasaanmu tersiksa Dan kamu menyuruhku menghiburmu di ujung telepon sana Aku bisa, dan aku menahan beban itu . Melihat senyummu saja aku sudah senang Meski tak tergambar jelas di hadapanku Kau mengadu tentang hidupmu Sedangkan aku mendengar baik-baik aduanmu Aku menguatkan hatimu Agar tak selalu terpuruk dan … Continue reading

Posted in Coretan Puisi | Leave a comment