Taktik Tiki-Taka Anas

Kepamoran Anas memang di bawah SBY. Namun jika SBY dan pimpinan elit Demokrat menyerang Anas, bukan tidak mungkin Anas meraung dan melakukan hara-kiri ala Jepang, mati bersama-sama 

 

Istilah tiki-taka identik dengan klub sepakbola Barcelona. Kemampuannya yang cantik mengubah si kulit bundar menjadi permainan menarik dari kaki ke kaki menjadikan tiki-taka selalu melekat kepada klub musuh bebuyutan Real Madrid itu. Bahkan dengan tiki-taka yang dikembangkan oleh Pep Guardiola menjadikan Barca sebagai klub terbaik di dunia selama beberapa tahun terakhir. Berbagai piala diraihnya di semua ajang yang diikuti. Tidak heran jika tiki-taka yang mengusung sepakbola sederhana mampu menarik perhatian seluruh insan sepakbola termasuk legenda hidup dan menjadikan para pemainnya legenda hidup.

 

Tiki-taka yang diterapkan Barcelona diadopsi oleh Anas Urbaningrum. Ketua umum partai Demokrat yang juga pemenang pemilu 2009 kini diguncang kudeta tak berdarah. Setelah berkali-kali namanya dikaitkan dengan isu korupsi wisma atlet yang dilakukan oleh mantan bendaharawan partai Demokrat, Muhammad Nazarudin. Nazar yang semula sangat setia pada Anas berbalik menyerang Anas setelah Anas membiarkan Nazar berlari sendirian sebagai kambing hitam dari masalah yang menimpa Nazar. Dan posisi Anas sebagai ketua umum partai Demokrat tengah digoyah oleh kader elit partai yang didirikan presiden SBY itu.

 

Anas bukanlah politisi kemarin sore yang mudah digulingkan. Anas bukan politisi ingusan yang mudah diombang-ambingkan. Meskipun Anas pecinta Manchester United yang tengah gencar mengembangkan para pemain mudanya, Anas tidak segan memakai taktik tiki-taka ala Barcelona. Memang Anas tengah diuji dengan kekuatan yang melingkari Demokrat, namun dengan politik tiki-taka yang dipakai Anas bukan tidak mungkin menyerang balik kekuatan itu. Tiki-taka adalah taktik permainan sepakbola sederhana dari kaki ke kaki. Sedangkan Anas menggunakan tiki-taka sebagai bagian dari sikap politiknya yakni menjadikan kekuasaan dan kedudukannya di Demokrat untuk menangkis balik segala ancaman yang menyerang dia. Terlepas dari bagaimanapun teknisnya.

 

Muda, kalem, tenang, santai dan cerdas. Hal itulah yang identik dengan sosok Anas. Kondisi fisik Anas yang masih muda menjadikan banyak kalangan mempreprediksi Anas mudah digoyahkan karena pengalaman politiknya dianggap masih labil dan prematur. Padahal tidak. Anas yang merupakan aktifis muda dikala menjadi mahasiswa mengasah kemampuan politiknya melalui berbagai organisasi hingga pada tahun 2005 direkrut SBY sehingga dia menduduki jabatan orang nomer dua di Demokrat setelah SBY.

 

Anas memang kalem namun kekaleman itu bisa bersifat mematikan. Masih ingat Soeharto? Presiden kedua setelah Soekarno. Presiden Soehartio juga memliki sifat yang halus khas orang jawa. Namun dibalik kelembutannya ada kekuatan dan sikap yang tegas dan penuh teka-teki. Soeharto menjadikan sifatnya yang kalem itu sebagai kedok yang menipu sehingga lawan-lawan politik di zamannya merasa tertipu. Begitu juga dengan Anas. Seorang yang sama-sama orang jawa, santun, santai, lembut dan halus namun memiliki kekuatan tersembunyi dibalik kelembutannya itu. Meskipun bukan dari kalangan militer seperti Soeharto, Anas mampu meracik gaya kepemimpinan Soeharto yang penuh dengan teka-teki itu ke dalam gayanya dibumbui taktik tiki-taka era modern. Pun dibalik ketenangan Anas dalam menghadapi serangan politik, Anas mempunyai sederet taktik yang digunakan untuk memukul balik lawan-lawannya.

 

Kondisi Demokrat memang tengah goyah sejak Anas menjadi ketua umum partai berwarna dominan biru tersebut. Friksi kubu Andi Malarangeng dan Marzuki Alie sebagai calon yang sama-sama diusung sebagai calon ketua Demokrat periode lalu masih terasa. Apalagi Anas bukanlah kader satu-satunya yang mengklaim didukung SBY. Saat itu dukungan SBY lebih mengarah kepada Andi Malarangeng dengan ditunjuknya Ibas sebagai tim sukses. Dengan dihembuskannya isu Anas terlibat kasus Nazarudin, hal inilah yang dijadikan lawan-lawan di Internal partai Demokrat untuk menyerang Anas. Dengan tujuan mengkudeta anas dari kedudukan sebagai ketua. Alasannya, jika Demokrat terus dipimpin Anas maka nasib partai itu di pemilu 2014 akan ditinggalkan para pemilihnya. Hal ini tidak terlepas dari status Anas yang sering dikaitkan dengan korupsi Wisma Atlet Nazarudin. Dan karena hal ini pula ditakutkan lawan-lawan eksternal politik Demokrat memanfaatkan kondisi ini untuk melakukan black-campaign. Semuanya bisa terjadi.

 

Anas masih tegak berdiri. Tak sedikitpun goyah. Anas bukanlah Anas yang enam tahun lalu masih duduk di Komisi Pemilihan Umum. Taktik tiki-taka Barca yang diadopsinya sudah dipersiapkan dengan matang. Anas bukanlah sosok yang bergerak tanpa politik. Posisi Anas yang dekat dengan elemen-elemen politik di dalam maupun di luar partai menjadikannya mudah memainkan permainan tiki-taka. Yakni politik sederhana dari kaki ke kaki yang sulit dibaca lawan hingga akhirnya lambat laun Anas mampu mencetak gol. Memang tujuan akhirnya menjebol jala lawan meskipun membutuhkan waktu untuk melakukan permainan cantik itu. dan yang menjadi masalah adalah jika lawan sudah semakin tidak sabar dengan gaya permainan Anas, tentu serangan mereka akan berbalik arah.

 

Taktik ini bisa dibaca ketika Nazarudin terus-terusan menyerang Anas sebagai mantan koleganya tersebut. Nyatanya, Anas tidak sedikitpun tersentuh meski namanya selalu berseliweran di berbagai media sebagai kolega Nazarudin. Sedangkan Nazarudin sudah ditetapkan sebagai tersangka dan Anas masih melenggang bebas. Meskipun belakangan nama-nama Anas terus disebut di pengadilan Nazarudin, namun sampai saat ini belum cukup bukti Anas terlibat dalam proyek Nazarudin itu. Dan yang pasti taktik Anas untuk mempertahankan sikap politiknya yang misterius itu tetap berjalan walaupun media belum mampu mengendus teknis dan cara Anas menangkis semua serangan yang mengarah padanya.

 

Anas masih saja kalem. Dan dibalik kekalemannya itu Anas menyimpan sebuah kartu truf yang sewaktu-waktu bisa diledakkannya. Untuk menggeser Anas dari ketua Demokrat tidaklah mudah. Selain Anas belum secara resmi terlibat kasus Nazar, untuk penggantian ketua umum juga harus melalui mekanisme partai. Sedangkan Anas sebagai pemegang mekanisme partai tersebut. Kepamoran Anas memang di bawah SBY. Namun jika SBY dan pimpinan elit Demokrat menyerang Anas, bukan tidak mungkin Anas meraung dan melakukan hara-kiri ala Jepang, mati bersama-sama. Kecerdasan Anas dalam berpolitik inilah yang ditakutkan Demokrat jika Anas dikudeta dan Anas menghancurkan Demokrat bersama-sama dari dalam. Jadi kita lihat saja bagaimana seorang Anas menggunakan srategi tiki-taka Barca dipadukan dengan gaya kepemimpinan Soeharto untuk meredam Demokrat dari dalam. Yang pasti publik belum sepenuhnya tahu misteri gaya politik Anas dibalik sikapnya yang tetap kalem, tidak seperti gaya politikus lain yang meledak-ledak.

 

#Rawatengah, 30012012

gambar

This entry was posted in Sentuhan Politik. Bookmark the permalink.

3 Responses to Taktik Tiki-Taka Anas

  1. nown eva says:

    Appreciate this post. Will try it out.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>