Jika Sebatang Rokok Ditukar Segenggam Daun Ganja

 

Hanya dengan Rp 1.000,- mereka tiap-tiap para perokok mampu menciptakan sejarah, mengubah dan mengevolusi udara dari bentuk aslinya. Namun saya masih berandai-andai jika saja sebatang rokok ditukar segenggam daun ganja.

 

Rokok. Ada istilah khusus bagi masyarakat Indonesia, kebutuhan pokok setelah makan nasi adalah rokok. Saking butuhnya, rakyat kita lebih menjadikan rokok seperti candu. Bagi perokok, jika tak ada rokok sehari saja mereka bisa mati kutu tanpa ekspresi. Karena rokok adalah sebuah hiburan yang menginspirasi hidup dan kelasnya sedikit dibawah hiburan berhubungan intim. Bahkan beberapa kalangan menaruh rokok sebagai prioritas utama dalam hal hiburan, mengalahkan hubungan alami yakni hubungan intim. Rokok adalah segalanya, bisa dihisap dimana-mana, kapanpun dan sedang melakukan apapun bisa dilakukan sambil bersamaan. Orang yang benar-benar menjadikan rokok sebagai pelengkap hidup akan menganggap sebatang rokok adalah inspirasi terbesar yang pernah ada dalam menjalani hidup. Ya, rokok adalah cerminan dari seorang perokok.

Sebatang rokok tidak ubahnya seperti tulisan-tulisan sejarah yang terangkum praktis dalam buku sekolah. Rokok dapat mengubah karakter seperti halnya cerita sejarah yang mengubah pemikiran seseorang. Semakin kenyang seseorang dengan cerita sejarah yang dibaca, semakin bijak pula orang tersebut dalam menyelami kehidupan. Mana yang harus dilakukan, mana yang tidak harus dilakukan. Jika dilakukan apa akibatnya, jika tidak dilakukan apa akibatnya. Semua hal bisa dipelajari dalam sejarah. Begitupun merokok. Semakin banyak orang merokok, semakin banyak pula kenikmatan dan inspirasi yang didapat dari orang perokok tersebut. Dan hal itu hanya bisa didapat dari sebatang rokok. Setidaknya seperti itulah menurut smoker.

Namun sepertinya pembuat sejarah rokok belum memperhatikan unsur substansi dari rokok itu sendiri. Kenapa harus tembakau? Kenapa bukan segenggam daun ganja yang ditaruh dalam sebatang rokok? Meski zaman dahulu masyarakat Aceh telah menjadikan daun ganja sebagai rokok tetapi mereka gagal meyakinkan masyarakat nasional maupun internasional agar tembakau ditukar ganja. Toh tembakau dan ganja juga sama-sama membutuhkan lahan untuk menanamnya. Pembuat sejarah rokok itu terlalu penakut untuk mengubah sejarah sebatang rokok yang ditukar segenggam daun ganja. Jika sama-sama berbahaya kenapa tidak dicoba saja sekalian rokok berbahan daun ganja, bukan daun tembakau? Tentu saat itu belum ada penelitian yang sangat detail terkait plus-minus penggunaan rokok ganja dan rokok tembakau. Kalaupun ada, hanya sebatas persepsi orang-orang yang terlalu menyudutkan ganja sama bahayanya dengan narkotika. Lantas dikemanakan penelitian tembakau?

Kita perlu merenung, menyendiri dan berpikir dengan kondisi sebatang rokok saat ini. Sebatang rokok yang rata-rata dihargai Rp 1.000,- mampu menggerakkan ekonomi riil. Paling tidak konsumennya kebanyakan adalah masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Jika pembuat sejarah rokok itu cerdas, mereka akan menggunakan ganja sebagai bahan dasar rokok. Bayangkan jika ganja mendunia. Cuba, Brazil, Meksiko dan negara-negara mafia narkotika dunia akan melirik Indonesia sebagai investasi yang menggiurkan. Hal ini terjadi jika kita terlalu buta dalam mendefinisikan ekonomi.

Tarik nafas perlahan dan hembuskan sesuka kita. Rasakan betapa nikmatnya udara yang diciptakan tuhan. Dan coba tanyakan pada mereka, orang-orang perokok pasif atau korban dari asap-asap hasil gulungan tembakau. Tentu mereka akan memilih hidup tanpa perokok disekitarnya daripada harus menghirup asap-asap yang memekakkan paru-paru itu. Itu baru tembakau. Nah jika pembuat sejarah rokok itu berhasil menjadikan ganja sebagai bahan utama, apa yang terjadi? Lagi-lagi hal ini dimentahkan oleh penelitian yang sangat minim. Toh juga rokok-rokok berbahan dasar tembakau itu sama bahayanya dengan narkotika. Kenapa tidak sekalian rokok itu diganti dengan daun ganja yang lebih nikmat daripada tembakau? Maksud saya jika saja rokok diganti daun tembakau tidak ada salahnya juga. Zaman munculnya rokok berbahan dasar tembakau dahulu juga tidak ada protes. Apalagi rokok berbahan dasar ganja. Tentunya semakin banyak orang yang menggemari dan menjadikan lahan bisnis. Rokok berbahan dasar tembakau saja sang empunya pabrik saja sudah mampu menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia.

Hal yang paling saya sesalkan adalah kenapa harus ada rokok. Ya, kenapa harus ada rokok. Apalagi dengan dalih menyejahterakan masyarakat. Buka mata, buka hati, buka pikiran, siapakah masyarakat yang dimaksud sejahtera? Oknum? Atau pejabat pemerintah zaman kolonial Belanda? Atau orang-orang terhormat penghuni gedung kura-kura? Jika kepulan asap dari sebatang rokok saja sudah menganggu bagi perokok pasif dan dampak besar yang ditimbulkan bagi perokok aktif atau perokok pasif, siapa yang disejahterakan? Baik. Saya mengakui rokok bisa menambah devisa negara. Tapi adakah negara yang kaya-raya karena rokok? Adakah rakyat dunia yang sejahtera karena sebatang rokok? Adakah inspirasi-inspirasi yang mengubah sejarah dunia selain sejarah rokok itu sendiri? Sejarah yang mampu menjadikan rokok melebihi kebutuhan biologis alias hubungan intim dari masyarakat Indonesia. Dan itukah yang dibanggakan dari sebuah sejarah?

Oke. Saya tidak akan mempermasalahkan rokok saat ini kenapa tidak berbahan ganja. Karena apapun bahan utamanya tentunya rokok akan dianggap legal berdasarkan undang-undang hasil kompromi manusia yang mengundangkannya. Apapun alasan saya yang menyesalkan kenapa harus ada rokok, mau tidak mau saya harus menghirup udara yang sudah disesaki kepulan asap rokok. Saya tidak bisa menciptakan udara tapi mereka para perokok mampu mengubahnya. Hanya dengan Rp 1.000,- mereka tiap-tiap para perokok mampu menciptakan sejarah, mengubah dan mengevolusi udara dari bentuk aslinya. Namun saya masih berandai-andai jika saja sebatang rokok ditukar segenggam daun ganja.

#Gedung Angkuh, 24012012
gambar

This entry was posted in Asyiknya Menulis. Bookmark the permalink.

One Response to Jika Sebatang Rokok Ditukar Segenggam Daun Ganja

  1. 72JustinN says:

    I noticed that is hard to find bagusrosyid.com in google, do you know that you can increase clicks dramatically by adding 5 stars review below your website in google search results? For more info just search in google – Juuri13 wp SEO advice

Leave a Reply to 72JustinN Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>