Cerita sebuah negeri

Negeri itu tak pernah menggerutu
Tak pernah mengeluh
Tak pernah merasa tersakiti
Tak pernah merasa dikhianati
Meski orang-orang di dalamnya menyakiti hatinya
Memporak-porandakan kejujuran yang diamanahkan padanya
Menggelorakan bara api untuk membakar negeri
Membakar apa saja kebaikan di depan mata
Membantai yang dianggap benar
Menjunjung tinggi yang dianggap salah
Sebuah negeri nan jauh di bumi timur sana

Bumi itu tak pernah bosan dengan gerombolan para mafia
Mengobrak-abrik kedamaian peradaban manusia
Mencampuradukkan nilai-nilai surga
Negeri itu hanya bisa merintih
Negeri itu tak rela menitikkan air mata di pipi
Negeri itu menahan rasanya
Karena negeri itu mencintai penghuninya

Hai negeri,
Mengapa engkau masih saja bertahan di atas kedua kakimu
Menahan segala bentuk beban sebab ulah orang-orang di atasmu
Apakah kau tak berontak?
Apakah kau tak cukup tenaga untuk mencabik-cabik tubuh mereka?
Apakah kau kekurangan daya agar mereka semua kelaparan?
Kau tak rela?
Kau tak tega?

Aku tahu batinmu menangis
Hatimu teriris
Kau bahkan menyayatkan pisau dalam jiwamu hanya untuk menahan beban itu
Kau tak ingin membuat gaduh
Kau lebih mencintai rakyat yang hidup di atasmu
Kau selalu menuruti permintaan mereka
Menumbuhkan padi menjadi beras
Memelihara tambang-tambang emas
Mengucurkan mata air saat mereka kehausan
Apakah kau tak sedih?
Sedangkan mereka terus-menerus menyakiti perasaanmu?

Hai negeri,
Katanya kau akan melihat perubahan dari mereka, mana?
Kau akan menunggu mereka memperhatikanmu, mana?
Kau rela menjamur berratus tahun hanya demi kebaikan mereka
Mengubah nilai-nilai manusia dari sisi mereka, mana?

Mereka hanya bisa membisu dan mengelabuimu
Tapi tetap saja kau setia padanya

Orang-orang itu telah menipumu wahai negeri
Apakah kau sadar?
Jika mereka mati kau tetap menerima jenazahnya di bumimu
Apakah pikiranmu telah mati?
Padahal mereka memperhatikanmu saja tidak
Tapi kau telah menganggap mereka sebagai putera-puteri terbaikmu
Sedangkan mereka hanya menganggapmu sebagai batu
Diam
Tenang terendam

Negeri itu tak pernah lara
Negeri itu tak pernah mengiba
Negeri itu hanya meminta, orang-orang yang hidup memijaknya, mencintainya
Negeri itu berharap kelak
Cinta mampu mengubah segalanya
Cinta mampu membangkitkan nurani negeri
Negeri itu Indonesia

#Gedung Angkuh, 160112

gambar dari

This entry was posted in Coretan Puisi. Bookmark the permalink.

2 Responses to Cerita sebuah negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>