Welcome Abraham !

Sebuah gedung yang terletak di jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, itu menjadi kantor baru pria yang lahir 45 tahun silam di Makassar. Gedung yang mempunyai simbol penegakan hukum dan pemberantas korupsi itu mempunyai pemimpin baru. Abraham Samad, seorang advokat yang terlahir sebagai Ketua KPK baru karena hasil dari “kecelakaan” politik para politisi di gedung kura-kura. Awalnya Abraham memang bukan favorit calon yang diunggulkan untuk duduk di kursi panas KPK. Namun secara mengejutkan Abraham mengalahkan pesaingnya yang memiliki akses dan channel kuat di parlemen.

Sebelum terpilih menggantikan Busyo Muqoddas, Abraham bukanlah siapa-siapa. Bahkan ketika dirinya mencalonkan diri menjadi pimpinan KPK pun media tidak terlalu menggembar-gemborkan keberadaannya. Saat menjelang pemilihan Abraham memang kalah bersaing dengan pamor Bambang Widjoyanto dan Yunus Husein. Bambang Widjoyanto yang pernah bersaing dengan Busyro setahun lalu memiliki karakter kuat, tegas dan berani. Sedangkan Yunus Husein yang juga pernah memimpin PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) disebut-sebut sebagai titipan presiden di KPK. Sedangkan calon-calon lain seperti Zulkarnaen dikait-kaitkan dengan partai berlambang bulan sabit dan padi, PKS.

Hal inilah yang menyebabkan nama Abraham tenggelam ditengah popularitas para pesaingnya. Ditengah ketidakpopulerannya di mata politisi senayan, justru dia lah yang mendapatkan durian runtuh dari hasil “kecelakaan” politik. Sebelum proses pemilihan berlangsung, beberapa sumber dari media mengabarkan para wakil rakyat melakukan kompromi politik untuk memilih ketua KPK. Jika Bambang dianggap titipan Golkar sedangkan Yunus Husein dianggap titipan Demokrat maka opsi “kecelakaan” kompromi politik justru mengerucut kepada Abraham meski namanya kurang populer. Jika dilihat dari rekam jejaknya, Abraham tidak mempunyai tendensi politis karena bukan titipan parpol manapun. Hal inilah yang akan mendorong Abraham untuk bersikap Profesional dan independen tanpa adanya tarik ulur kepentingan.

 

justru dia lah yang mendapatkan durian runtuh dari hasil  (kecelakaan) politik

 

Publik menaruh harapan penuh dengan gaya kepemimpinan Abraham. Aktivis LSM Anti Corruption Committee lulusan Universitas Hasanudin itu digadang-gadang bisa membongkar kasus besar di negeri ini. Hal ini tergambar dari politisi senayan yang memberikan suara kepadanya adalah politisi yang tergabung dalam “Geng Century”. Penghuni gedung kura-kura yang sebelumnya berteriak pengusutan atas bailout Century adalah para pemilih Abraham. Hal ini terkuak ketika media mengendus pertemuan politis di sebuah restoran jepang beberapa jam sebelum pemilihan ketua KPK oleh para tokoh “Geng Century” dari gabungan beberapa parpol. Berarti “kecelakaan” kompromi politik itu telah mengarahkan sosok ketua KPK baru harus bisa mengungkap kasus besar dibalik bailout Century. Sebuah eksekusi politik yang lahir di saat injury time.

Abraham memang sosok yang tidak populer. Paling tidak sebelum dia mendulang suara terbanyak. Kini, Abraham menanggalkan baju ketidakpopulerannya setelah memakai “jas setelan” yang telah dilantik presiden sebagai Ketua KPK menggantikan Busyro Muqoddas. Meski menjadi pimpinan termuda diantara pimpinan KPK yang lain, publik telah menaruh harapan baru demi tegaknya hukum dan keadilan di negeri ini. Abraham Samad, bocah ingusan dari Makassar telah menjelma jadi sosok garang yang ditakuti koruptor dan sekutunya. Para pejabat, tokoh negara, PNS dan politisi yang memiliki rekening gendut patut was-was dengan keberadaan ketua KPK baru itu. Apalagi dia berjanji akan pulang ke kampung halamannya jika tidak mampu menyelesaikan kasus-kasus besar dalam setahun. Kita tunggu gebarakannya.

Kasus paling disorot saat ini adalah penanganan Nunun Nurbaeti, tersangka kasus suap cek pelawat Gubernur BI Miranda S. Goeltom yang tertangkap di Thailand. Buronan Interpol ini menyimpan rahasia besar yang mungkin bisa menyeret petinggi-petinggi terkait kasus yang membelenggunya. Kabar terakhir Megawati bisa masuk lingkaran panas Nunun karena Nunun adalah salah satu orang yang menjadi tim sukses Mega-Hasyim pada Pemilu 2004. Sedangkan Miranda, sebelum pemilihan DGS BI dia meminta restu Megawati untuk maju. Segitiga inilah yang bakal merepotkan Megawati ketika Nunun menjadikan Miranda tersangka utama. Meskipun saat itu belum jelas posisi restu Megawati seperti apa. Mampukah KPK mengungkap teka-teki suap cek pelawat DGS BI ini dibawah pimpinan Abraham? Welcome Abraham !

.

#Gedung Angkuh, Desember 2011-12-20

sumber gambar: google.com

This entry was posted in Sentuhan Politik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>