Triple Kim di Semenanjung Korea

Pria penyuka film-film Barat itu telah tiada. Meski sangat memusuhi dunia Barat, Pria itu memiliki lebih dari 20.000 video dan DVD tentang film barat. Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Il, meninggal pada 17 Desember 2011 pada umur 69 tahun. Meski dikenal sebagai pemimpin yang otoriter di kawasan Semenanjung Korea, kepergian Kim Jong Il diratapi oleh seluruh rakyat Korea Utara dari berbagai kalangan. Kematiannya pun menjadi perhatian besar di dunia Internasional. Terlebih untuk Amerika serikat dan sekutu-sekutunya sangat mengikuti perkembangan kepemimpinan pascakematian Kim Jong Il.

Kim Jong Il memerintah negeri Juche (Filsafat Kim Il Sung bahwa negara harus bisa berdiri sendiri) itu sejak 1994. Ia menggantikan ayahnya yang wafat pada tahun itu juga, Kim Il Sung. Diangkat menjadi pemimpin Korut dengan sistem tunggal dimana hanya dia yang menjadi calon pemimpin satu-satunya di masa itu. Selain itu Kim Jong Il juga menjabat sebagai Ketua Komisi Pertahanan Nasional dan Sekretaris Jenderal Partai Pekerja Korea.

Dengan tersebarnya kematian pemimpin tertinggi Korut itu, saham-saham di Asia sempat anjlok. Hal ini sangat wajar dikarenakan para investor takut akan keamanan investasi di Semenanjung Korea. Para spekulan itu ketakutan jika terjadi gejolak antara Korea Utara dan Korea Selatan yang akan mengakibatkan chaos. Hal ini tentu akan berpengaruh pada perekonomian kawasan Asia dan bukan menutup kemungkinan mempengaruhi perekonomian dunia. Oleh karena itulah kematian Kim Jong Il itu berdampak pada wait and see-nya investor-investor yang menanam modalnya di Asia. Terlebih ketakutan dunia barat pascakepergian Kim terkait perebutan kekuasaan yang akan mengakibatkan ketidakstabilan politik dan ekonomi di kawasan regional.

Di masa pemerintahannya, Kim Jong Il mampu membuat takut dunia barat dan sekutunya karena program pengayaan nuklir Korut. Selain itu, konflik berkepanjangan dengan negara tetangga, Korea Selatan, yang juga sekutu Amerika Serikat memaksa dunia barat untuk segera mencari penyelesaian. Bahkan kematian Kim pun membuat srategi AS morat-marit. AS yang bertahun-tahun membujuk Korut untuk menghentikan program nuklirnya harus gigit jari ketika negoisasi dengan Kim terhenti karena kematiannya. Kini AS menyiapkan srategi ulang agar kompromi politik yang mengedepankan perundingan tingkat damai tetap tercipta. Sembari menunggu ritme transisi pengisian kekuasaan setelah era Kim Jong Il yang sukar ditebak arahnya.

 

Media-media internasional telah mengerucutkan sosok Kim Jong Un, Putra termuda dari pernikahan Kim Jong Il dan Ko Young-Hee (Artis penari Etnis Korea kelahiran Jepang), untuk menjadi penerus ayahnya

 

Kim Jong Il mewarisi sifat ayahnya, Kim Il Sung. Kim Il Sung sangatlah dipuja-puja rakyat Korut bahkan mereka mengangkat pemimpin Korut pertama itu sebagai Presiden Abadi dalam konstitusinya. Artinya, Kim Il Sung adalah presiden sumur hidup meski dirinya sudah meninggal. Namun secara de facto Korut dipimpin oleh anaknya, Kim Jong Il. Kim Il Sung menjabat sebagai Perdana Menteri Korut tahun 1948 – 1972 kemudian presiden Korut 1972 – 1994 hingga dirinya wafat. Dia dimakankan di Istana Memorial Kumsusan di Pyongyang Pusat. Betapa berharganya sosok Kim Il Sung sebagai presiden abadi mereka di mata rakyat negara berbasis komunis itu.

Pertanyaannya siapakah pengganti dan penerus estafet kekuasaan Korut setelah Kim Jong Il wafat? Media-media internasional telah mengerucutkan sosok Kim Jong Un, Putra termuda dari pernikahan Kim Jong Il dan Ko Young-Hee (Artis penari Etnis Korea kelahiran Jepang), untuk menjadi penerus ayahnya. Sosok Kim Jong Un yang pernah mengenyam pendidikan di Swiss dan merupakan putra kesayangan ayahnya menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Korea Utara. Meskipun tidak ada pemberitahuan resmi dari pemerintah Korut, Kim Jong Un berpeluang besar menggantikan ayahnya.

Hal ini didasarkan data bahwa kedua kakaknya tidak bisa difavoritkan sebagai pengganti jejak Kim Il Sung dan Kim Jong Il karena keduanya menghadapi masalah. Kakak kandungnya, Kim Jong Chul terlalu feminim untuk pemimpin Korut. Sedangkan kakak tiri Kim Jong Un yang juga kakak tertua, Kim Jong Nam, telah ditangkap Jepang karena penggunaan paspor palsu Republik Dominica. Tentu Potensi sebagai keturunan pemimpin Korut hanya tersisa pada Kim Jong Un. Meski umurnya masih relatif muda, 28 tahun, dia akan dibantu oleh orang kepercayaan ayahnya dan militer Korut untuk memimpin Korea Utara. Jika dilihat dari rekam jejaknya yang pernah berguru di negara Barat, Kim Jong Un bisa membawa Korea Utara sedikit lebih lunak dalam perdamaian dibanding ayah dan kakeknya. Namun semua wacana tetaplah wacana. Siapa tahu dibalik umur yang masih dini, dia menyimpan ambisi besar melebihi cita-cita ayah dan kakeknya. Bahkan Amerika Serikat pun belum mampu menebak peta poltik Korea Utara. Atau bahkan bisa terjadi konflik kudeta tak berdarah di semenanjung Korea? Kita tunggu saja kelanjutan kisah Dinasti Kim ketiga dari Triple Kim semenanjung Korea.

.

#Gedung Angkuh, Desember 2011

sumber gambar : google.com

This entry was posted in Sentuhan Politik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>