Dualisme ISL vs IPL

Dualiasme kompetisi PSSI yang terjadi saat ini tidak lepas dari kepentingan-kepentingan setiap kubu. Kubu Indonesian Premiere League (IPL) yang  dipimpin oleh Arifin Panigoro dan kubu Indonesian Super League (ISL) yang dipimpin oleh keluarga Bakrie. Kubu IPL ngotot menggulirkan kompetisi meskipun nama program itu terbilang baru. Sedangkan pada periode sebelum terpilihnya Djohar Arifin Husein sebagai ketua PSSI, IPL dianggap sebagai breakaway league. Sedangakan kompetisi legal saat itu masih bernama ISL.

Namun sekarang dengan adanya pemimpin baru yang pro dengan Arifin Panigoro, kompetisi legal yang disahkan PSSI adalah IPL. Sedangkan ISL dianggap sebagai kompetisi yang tidak diakui PSSI alias ilegal. Kubu ISL yang berpedoman pada hasil kongres Bali awal tahun 2011 tetap berusaha menggulirkan ISL. Tentunya dengan sokongan dan dukungan dari keluarga Bakrie. Dengan PT Liga Indonesia yang digerakkan oleh Joko Driyono, ISL tetap bergulir ditengah gonjang-ganjingnya ketidakjelasan kompetisinya.

Kenapa ISL tetap berlanjut? Salah satunya adalah kekuatan kongres PSSI di Bali. Berikut ini 10 hasil Kongres Tahunan PSSI di Pan Pasific Nirwana Resort, 21-22 Januari :

Pertama, pertanggungjawaban Ketua Umum PSSI terkait dengan program kerja 2010 mulai dari kompetisi hingga masalah keuangan, bisa diterima peserta kongres dan disahkan secara aklamasi.

Kedua, penetapan program kerja PSSI selama 2011 termasuk dengan pengelolaan keuangan serta penentuan budget yang dibutuhkan selama tahun 2011 ini.

Ketiga, pengesahan pemecatan klub Persema Malang dan Persibo Bojonegoro yang telah mengundurkan diri dari ISL dan bergabung dengan Liga Primer Indonesia (LPI). Sanksi juga berlaku bagi klub di bawahnya dan berlaku mulai adanya keputusan hingga kongres berikutnya.

Keempat, kongres merestui pelaksanaan pelatnas jangka panjang bagi timnas U-23 yang akan diturunkan pada SEA Games 2011 nanti. Timnas di bawah asuhan pelatih Alfred Riedl ditargetkan mampu merebut medali emas.

Kelima, kongres menetapkan 23 calon anggota baru PSSI yaitu Lhokseumawe FC, Pidie Jaya, PS Solsel, Tabir FC, PSSL, Porkab Koba, Cilegon Mandiri, Sultan Muda FC, Bandung Barat FC, Blaster FC, Petro Jabrix FC, Maung Bandung FC, Bina Putra FC, PS Tunas Yogya, Gresik Putra, Barabai FC, Persikat Katingan, Persibilmut, Persikokot, Nusaina FC, Persindung, Persidei, Persiyali.

Keenam, memberikan sanksi kepada PSM Makassar yang mengundurkan dari dari ISL ke LPI yaitu turun ke kompetisi Divisi I. Sanksi ini bisa berubah menjadi pemecatan, hanya saja sanksi akan diberikan pada kongres berikutnya. Pemecatan akan berlaku jika PSM tetap menjalani pertandingan LPI dan telah menggunakan hak pembelaannya di kongres.

Ketujuh, pemberian sanksi oleh FIFA kepada tiga klub yaitu Persma Manado, Gaspa Palopo dan Persegi Gianyar. Dengan adanya sanksi itu kongres menambah hukumannya dengan memecat ketiga klub itu dari keanggotaan PSSI.

Kedelapan, pengembalian 99 persen saham PT Liga Indonesia yang saat ini dikuasai PSSI kepada masing-masing klub yang saat ini turun di kompetisi Indonesia Super League (ISL) mulai tahun ini.

Kesembilan, menargetkan pada tahun 2014 seluruh klub yang bertanding di ISL (kompetisi profesional red) terbebas dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kesepuluh, Exco PSSI memutuskan kongres pemilihan ketua umum PSSI periode 2011-2015 berlangsung 19 Maret mendatang di Bintan Kepulauan Riau.

.

#daftar pusaka: bola.net;inilah.com

This entry was posted in Pojok Olahraga. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>