Cara Gampang Menghabiskan Alokasi APBN

Beberapa minggu terakhir sangat gampang kita temui iklan layanan masyarakat di media televisi maupun media massa lainnya. Beberapa kementerian atau direktorat yang bulan-bulan sebelumnya tidak tampak aktif di dunia periklanan kini menjamur dan saling bergantian ketika sebuah tayangan televisi selesai per sesinya. Bahkan hampir tiap beberapa jam muncul setiap hari.

Desember, merupakan bulan terakhir dalam kelender masehi. Begitu juga dalam kalender anggaran pemerintah. Artinya bulan Desember merupakan bulan tutup buku menuju tahun anggaran yang baru. Di bulan ini setiap kementerian atau kantor pemerintahan diminta pertanggungjawaban terkait anggaran yang telah dialokasikan dalam APBN. Anggaran harus terserap untuk kegiatan pemerintahan. Untuk itulah wacana pembuatan iklan layanan masyarakat muncul di tengah-tengah kita dengan sangat gencar. Apakah hal ini salah satu cara untuk menyerap anggaran APBN yang belum terserap signifikan?

Bisa jadi. Setiap kantor kementerian yang mendapatkan anggaran APBN menginginkan anggaran terserap dengan sempurna. Namun riilnya dalam kuartal IV anggaran APBN itu belum terserap secara sempurna alias belum digunakan optimal untuk kepentingan birokrasi. Masih ada sisa anggaran dari alokasi APBN. Sedangkan setiap kementerian dituntut untuk menyerap habis anggaran yang telah dialokasikan. Alasannya, jika anggaran tidak habis dalam periode itu juga, alokasi anggaran tahun depan bisa dialokasikan ke kementerian lainnya. Alias pengurangan jatah alokasi anggaran. Selain itu indikator penyerapan anggaran kementerian yang tidak bisa menghabiskan anggaran akan di cap merah. Oleh karena itulah dalam waktu singkat kementerian-kementerian berlomba-lomba menghabiskan anggran yang belum terserap secara sempurna. Cara yang paling gampang adalah melalui pembuatan iklan.

Pembuatan iklan yang terkesan secara mendadak di kuartal IV periode anggaran membuat rencana alokasi anggaran dipertanyakan. Dilihat dari segi perencanaan progam yang tidak tepat waktu, pelaksanaan program, atau besarnya alokasi anggaran dalam setiap kementerian. Karena iklan masyarakat yang membabi buta di bulan Desember ini menimbulkan spekulasi masyarakat yang berbeda. Masyarakat cenderung melihat iklan masyarakat yang tidak tepat sasaran akan membuang-buang anggaran APBN. Meski tujuan awal pengadaan iklan adalah untuk sosialisasi program. Tapi kenapa harus di akhir periode anggaran? Kenapa bukan di awal, tengah dan akhir secara merata?

 

Masyarakat cenderung melihat iklan masyarakat yang tidak tepat sasaran akan membuang-buang anggaran APBN. 

 

Masyarakat seharusnya mafhum jika model birokrasi di negeri ini sangat sulit untuk menghemat anggaran. Bukan pesimistis namun memang realitanya begitu. Perlu effort yang keras untuk mengubah mental-mental indonesianisasi sedikit berpikir lebih maju. Orang-orang kita lebih senang menghabiskan anggaran APBN yang sebenarnya masih bisa digunakan untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat. Daripada alokasi anggaran tahun depan dikurangi karena tidak bisa terserap? Daripada dicap sebagai pejabat gagal? Daripada diberi label gagal memimpin kementerian? Pejabat kita lebih memilih hal yang telah menjadi formalitas setiap tahun itu.

Namun tidak selalu penghabiskan anggaran melalui iklan layanan masyarakat di injury time periode anggaran itu selalu negatif. Pemerintah melalui Dirjen Pajak bisa mengeruk pajak dari iklan di tayangan televsi atau media massa lainnya. Dalam hal ini pemerintah berhasil menambah pundi-pundi pendapatan negara melalui pajak sebagai tambahan devisa. Semakin banyak iklan yang ditayangkan atau dibuat semakin banyak pula pajak yang akan diterima pemerintah.

Tergantung sikap kita bagaimana melihat kondisi ini. Apakah lebih hemat jika membayar pajak lewat iklan layanan masyarakat atau mengembalikan sisa anggaran ke kas negara? Silakan memilih mana yang lebih bermanfaat.

#Gedung Angkuh, November 2011

Sumber Gambar : google.com

This entry was posted in Sentuhan Politik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>