Bahkan Badai Pun Tak Bisa Menghentikan Laju Langkahmu

 

Pelan tapi pasti, sebuah keinginan untuk maju

Tak bisa terhenti karena badai yang menghampiri tubuhmu

Melangkah tanpa arah menyemai benih penuh luka

Menghiasi bekas luka yang terbuka di kedua kaki baja

.

Semangat yang tak pernah sirna

Dan seandainya bom molotov meledak di depan tujuanmu pun

Tak mundur selangkah, dua langkah. Pantang bagimu !

Meski akan terluka dan dibayar dengan nyawa

Tapi engkau memilih cinta

Tak akan pernah pudar meski terkoyak oleh tajamnya pedang

Yang mendera seluruh jiwa dan rasamu hilang meradang

.

Pilu

Luka

Malu

Terlena

Bahkan Badai Pun Tak Bisa Menghentikan Laju Langkahmu

.

#Gedung Angkuh, November 2011

Sumber gambar : google.com

This entry was posted in Coretan Puisi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>