Durian Runtuh dari Krisis Eropa dan Amerika

Gejolak keuangan di belahan Eropa dan amerika mengalami anomaly yang tidak stabil. Dampak krisis Yunani beberapa tahun lalu masih belum bisa pulih hingga saat ini. Bahkan beberapa Negara eropa pada saat ini mengalami dampak secara eksplisit dan implisit dari terjadinya krisis Yunani. Begitu halnya dengan kondisi ekonomi Amerika belum sembuh benar pascasubprime mortgage yang melanda negeri Uak Sam tersebut. Hal ini menjadi bahan spekulasi bagi investor perusahaan-perusahaan di Negara barat pada khususnya dan global pada umumnya.

Para spekulan belum tentu nyaman dengan kondisi perekonomian Negara barat saat ini. Investor lebih waspada mengamankan asetnya keluar dari Eropa dan Amerika menuju Negara-negara yang mempunyai stabilitas politik dan keuangan. Hal inilah yang menjadi peluang bagi Indonesia untuk menarik hotmoney dari spekulan tersebut agar mengalirkan dana mereka ke dalam negeri. Indonesia merupakan salah satu Negara yang mempunyai kondisi politik dan keuangan yang stabil, tidak terpengaruh signifikan dengan krisis yang melanda Negara-negara barat. Kondisi seperti ini bagai durian runtuh jika Negara kita mampu memanfaatkan peluang itu sebagai realisasi.

Meskipun ada indikasi bubble economic dari hotmoney investor asing, pemerintah harus memanfaatkan kesempatan yang terbuka lebar ini agar investor lebih memilih Indonesia sebagai labuhan menaruh modal mereka. Salah satunya adalah mempermudah masuknya aliran dana dari luar. Sulitnya administrasi birokrasi bisa menjadi salah satu hambatan investor asing enggan melirik kita untuk menancapkan dana pada beberapa sektor keuangan.

Pemerintah perlu membuat aturan yang jelas agar hak-hak investor dan pemerintah sendiri dapat terakomodasi secara fair sesuai ketetapan yang berlaku. Hal ini bisa diwujudkan salah satunya dengan penerbitan surat utang. Kita bisa memanfaatkan surat utang untuk menarik perhatian investor masuk Indonesia. Dengan iming-iming break event point dan bunga yang ditawarkan pemerintah selama beberapa tahun, spekulasi penanaman modal di Indonesia menjadi daya pikat yang berbeda dengan Negara lain. Selain itu ide pembiayaan kepada investor asing terkait pembangunan infrastruktur negeri yang menguntungkan menjadi alternative lain. Bukan tidak mungkin investor lebih memilih memindahkan fixed asset mereka juga di Negara barat yang rawan akan dampak krisis ke dalam negeri. Kemungkinan ini dilandaskan pada ketahanan krisis Indonesia yang sudah terbukti tidak terguncang karena krisis Yunani dan amerika.

Selain Indonesia, beberapa Negara di Asia Tenggara menjadi pesaing penanaman modal asing. Malaysia misalnya, Negara tetangga terdekat kita yang selalu aktif mempromosikan Negara mereka kepada dunia melalui slogan Malaysia Truly Asia yang dicanangkan sejak belakangan ini serta promosi kepada media-media Negara barat. Atau Singapura yang telah lama menjadi salah satu kiblat asia sebagai Negara pengelola keuangan yang efisien. Pemerintah harus menciptakan kreatifitas agar Negara kita bisa dipercaya para investor melebihi Negara-negara lain yang berpotensi. Diantaranya adalah memberikan tawaran di sektor pariwisata.

Sektor pariwisata bisa menjadi sektor unggulan selain penanaman modal asing di bidang infrastruktur dan surat utang. Anugerah luar biasa yang diberikan Tuhan kepada tanah kita tidak habis untuk dibahas. Keindahan alam dan aneka budaya di seluruh tanah air harus menjadi daya tarik agar spekulasi tentang investasi asing di Negara kita terus berkembang.

 

Sumber Gambar : google.com

#Le Grandeur, November 2011

This entry was posted in Belajar Ekonomi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>