Berkah dari Langit

Artikel ini ditulis beberapa jam sebelum berlangsungnya final pertandingan sepakbola dalam Sea Games 2011 di Jakarta.

Sabtu (19/11) pukul 19.00 WIB puluhan juta pasang mata tertuju pada layar kaca televisi swasta nasional yang menyiarkan pertandingan antara Timnas U23 Indonesia vs Vietnam. Semangat nasionalisme tergambar dari banyaknya supporter Indonesia yang menyemut dan memerah di stadion Gelora Bung Karno. Antusiasme masyarakat tidak luntur meskipun beberapa hari sebelumnya Timnas U-23 Indonesia mengalami kekalahan tipis 0-1 dari Malaysia. Harapan dan cita-cita selalu muncul dan tumbuh ditengah terpuruknya prestasi timnas senior di pertandingan prakualifikasi piala dunia 2014.

Sabtu malam menjadi malam yang sangat mendebarkan bagi seluruh rakyat Indonesia. Timnas U-23 mencatatkan lolos ke final setelah 14 tahun yang lalu tahun terakhir kita lolos ke final. Sebelumnya 20 tahun yang lalu bangsa kita merebut medali emas Sea Games saat di Manila. Perjuangan Patrick Wanggai dan kawan-kawan sangat heroik ketika mengalahkan Vietnam dengan skor 2-0. Terlebih ketika tendangan bebas Patrick dengan kaki kirinya menyorakkan segala suara diseantero nusantara.

Satu langkah kaki kita telah menjejakkn emas di final. Memang sabtu malam senayan diguyur hujan. Jika sudah begitu sulit bagi tim manapun mengembangkan permainan. Namun usaha garuda muda yang gigih memecahkan kepsimisan itu karena hujan telah member berkah tersendiri bagi timnas U-23 kita. Berkah dari langit yang ditunggu bangsa ini. Ditengah keterpurukan dan kekecewaan rakyat akan bangsa yang sedang sakit ini timbul sebuah cahaya yang mampu menerangi kekurangan itu meski sekedar pelipur lara.

Kini emas sudah di depan mata. Pantang mundur bagi kita mengibarkan bendera putih untuk kesebelasan Malaysia. Sebuah tim yang mengalahkan kita beberapa hari sebelum melangkah ke semifinal Sea Games 2011 dalam sepakbola. Meski saat itu timnas mengeluarkan lapis kedua saat menghadapi negara berjulukan Harimau Malaya sebagai strategi rotasi kebugaran tim. Untuk kali ini kita akan tampil fullteam yang lebih kuat dibanding tim yang diturunkan kemarin.

Patrick wanggai yang tidak diturunkan pada pertandingan terakhir sebelum semifinal akan menjadi starting line-up saat menjamu Malaysia di final. Terlebih akan ada pemutihan kartu kuning yang telah didapat pemain pada pertandingan sbeelumnya. Kemenangan adalah harga mati yang harus di dapat timnas kita untuk pelipur hati lara berkepanjangan bangsa ini terkait prestasi sepakbola kita yang semakin terpuruk.

Rahmad Darmawan sebagai sosok kunci yang bertangan dingin telah menyiapkan srategi yang berbeda ketika pertemuan pertama dengan Malaysia. Publikpun menunggu racikan jitu sang pelatih nanti malam (21/11). Laga melawan Malaysia merupakan laga kehormatan karena publik Indonesia ingin Malaysia kalah. Kalah dikarenakan Negara serumpun itu selalu mengoyak hati bangsa ini dengan segala rumor “pencurian” budaya Indonesia. Maka tidaklah heran jika kita selalu mendengar teriakan Ganyang Malaysia ketika pertandingan kedua Negara berlangsung.

Berapapun skornya kita berharap garuda muda bisa membalaskan sakit hati Indonesia di bidang sepakbola kita ketika saat piala AFF 20110 kita takluk dan gagal menjadi juara. Saatnya Indonesia bicara lewat sepakbola asia tenggara. Kita pasti Bisa !

(Updated…)

Tulisan ini ditulis Selasa pagi (22/11) setelah malam pertandingan final. Perjuangan garuda muda patut diapresiasi oleh seluruh penjuru negeri. Meski menelan kekalahan 4-3 (1-1) saat adu penalty, kerja keras mereka tidak boleh kita abaikan. Dari segi permainan garuda muda menunjukkan performa yang apik dan enak ditonton. Hanya saja saat itu kita kurang beruntung. Dewi fortuna tampaknya lebih memihak pada Malaysia sehingga mampu menggetarkan gawang Kurnia Meiga empat kali. Sedangkan kita hanya mampu memasukkan jala ke gawang Fahmi Che Mat tiga kali. Tapi applause untuk semua pemain kita yang telah berusaha keras di lapangan.

Yang pasti perjuangan belum berhenti. Life Must Go On ! Jangan menyerah dan terus mencoba berprestasi. Rakyat pecinta bola Indonesia tidak lelah menanti prestasi. Perkuat pembinaan bakat usia dini dengan mengadakan turnamen dan ajang perlombaan sepakbola untuk peremajaan timnas senior. Profesionalisasi liga klub-klub PSSI dan modernisasi system sehingga memunculkan pertandingan yang berkualitas. Dari situlah harapan muncul wajah-wajah baru yang menjadi penerus perjuangan garuda di lapangan sehingga bisa berbicara di pentas internasional. Tetap semangat dan terus berjuang sebelum langkahmu terhenti oleh tackling musuh-musuhmu ! Semoga berkah dari langit lebih memihak kita di pertandingan-pertandingan selanjutnya.

 

Sumber gambar : google.com

#Merlyn Park, November 2011

This entry was posted in Pojok Olahraga. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>