Ani, Ani, dan Ani

Masih terlalu dini jika kita membicarakan tentang partai pemenang pemilu dan kandidat calon presiden 2014. Pasalnya publik harus menunggu 3 tahun lagi untuk mengetahui jawaban-jawaban dari segala prediksi yang muncul. Ditengah spekulasi-spekulasi yang bermunculan, publik seolah digiring untuk mengerucutkan kandidat calon presiden masa depan. Mulai dari munculnya survey-survei yang diadakan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terhadap calon-calon potensial, Survey dari organisasi survey yang secara khusus disewa partai politik (parpol), sampai dengan prediksi pengamat politik terhadap Capres yang akan diusung parpol tertentu.

Ada beberapa nama yang cukup popular di mata publik. Kali ini kita akan mencoba fokus pada calon-calon presiden dari wanita yang cukup mempunyai basis pendukung sesuai dengan latar belakang mereka. Beberapa nama ini hampir mempunyai persamaan nama dan inilah yang menjadikan mereka unik selain kepopularitasan tokoh-tokoh yang dimaksud. Latar belakang wanita-wanita tangguh ini juga berbeda, ada yang dari parpol ada juga yang berasal dari kalangan professional. Nama-nama wanita yang dimaksud adalah:

1. Ani Yudhoyono (Ani Kristiani). Ani yang satu ini sangatlah gampang kita kenali karena merupakan istri dari presiden Indonesia saat ini. Dengan berbasis ibu Negara yang sudah dikenal masyarakat, tidak menutup kemungkinan Ibu Ani dicalonkan menjadi calon presiden oleh Partai Demokrat. Tidak tanggung-tanggung, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang merupakan Presiden saat ini sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat sangatlah disegani di internal partainya. Ditambah Ibas Yudhoyono, putra keduanya, menjabat sebagai Sekretaris Jenderal di partai warna biru ini. Dukungan dari pendukung fanatik SBY di internal partai ini juga akan memudahkan dan memuluskan langkah Ibu Negara menjadi calon nomor satu di negeri ini menggantikan sang suami.

Pengalaman Ibu Ani dalam menjalankan roda pemerintahan sebagai ibu Negara juga menjadi kekuatan plus. Bahkan beberapa kader Demokrat secara tegas menyebutkan bahwa Ani Yudhoyono adalah kandidat terkuat yang akan diusung menjadi Capres di Internal Demokrat. Meskipun partai ini bukan partai “keturunan:, namun keberadaan Ibu Ani yang menjadi istri presiden sangatlah menarik bagi konstituen. Internal partai akan menaruh hormat dan bangga jika Ani Yudhoyono maju sebagai RI 1 karena Ani Yudhoyono memiliki elektabilitas yang tinggi. Kepopulerannya juga akan membantu dia mempengaruhi kader partai dan para pemilih.

2. Kandidat wanita tangguh kedua adalah Sri Mulyani Indrawati. Ibu Ani ini memang tidak mempunyai partai politik sebagai syarat mutlak menuju RI 1. Namun Ani yang pernah menjabat sebagai Kepala Bappenas, Menteri Keuangan dan Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Perekonomian di era SBY ini sangat potensial melenggang menjadi kandidat kuat. Pengalamannya yang ahli di bidang ekonomi serta profesionalisme dalam menjalankan tugas tidak perlu diragukan lagi. Terlebih dengan segala kecerdasan dan integritas sebagai seorang ekonom, Sri Mulyani lebih dikenal publik ketika instansi yang dipimpinnya yaitu Kementerian Keuangan berhasil menjadi pelopor Reformasi Birokrasi. Ketegasannya mengatasi wajib pajak nakal dan kebijakan-kebijakan Bu Ani yang terlihat cerdas dan membangun, menjadi kekhasan dan kekuatan tersendiri baginya.

SMI selalu muncul dalam survey kandidat Capres yang mempunyai capability. Hal ini menandakan bahwa keberadaannya sangatlah ddukung publik untuk maju di ring RI 1. Basic pendukung SMI belum sepenuhnya pudar meski posisinya sekarang sudah menjadi Direktur Bank Dunia, tidak berada di Indonesia. Hal yang menjadi ganjalan terbesar bagi SMI untuk maju menjadi Capres adalah rekayasa kasus Bank Century yang menyeret namanya dan Wapres Boediono. Namun jika pencitraan publik SMI mengalahkan rekayasa kasusnya, bukan mustahil SMI menjadi saingan terberat calon-calon lain. Lantas siapa yang bakal mengusung SMI? Demokrat, Golkar, PDIP, PAN, dan Gerindra sudah pasti mencalonkan tokoh-tokoh internal partai mereka. Kecuali dalam pelaksanaan pemilu legislative, beberapa partai itu merasa tidak siap mengusung calon dari internal mereka. Beberapa prediksi partai-partai yang akan mengusung Sri Mulyani adalah partai-partai kecil yang tidak lolos Parliamentary Treshold (PT) dan beberapa partai tengah yang belum menentukan sikap. Bisa jadi partai-partai baru yang tengah popular seperti Partai Serikat Rakyat Indonesia (SRI) yang jelas-jelas secara eksplisit mendukung pencalonan SMI menuju RI 1. Partai baru yang akan menjadi kandidat pengusung SMI lainnya adalah Nasional Demokrat karena partai ini belum secara de facto mendukung Surya Paloh sebagai kandidat calon presidennya.

3. Puan Maharani. Ani selanjutnya adalah cucu proklamator RI Soekarno dan anak dari mantan presiden Megawati sekaligus ketua umum Partai PDIP. Kelebihan Puan adalah sosok politisi ini masih sangat muda. Meskipun kali ini partai yang membesarkan namanya, PDIP masih setia mendukung Megawati menjadi calon RI 1. Namun akhir-akhir ini Taufik Kiemas, suami Megawati, mendukung majunya generasi muda untuk berani tampil menjadi kandidat. Artinya masih ada kesempatan bagi Puan Maharani untuk melenggang maju sebagai kandidat. Puan memiliki trah Soekarno yang menjadikannya nilai plus. Keberadaan Puan di partai ini juga disiapkan oleh Megawati untuk meneruskan perjuangannya di partai bersimbol banteng hitam ini. PDIP sebagai partai pemenang ketiga pada pemilu 2009 bisa menjadi kendaraan politik bagi Puan, jika dia direstui ibunya untuk melenggang menjadi Capres.

Puan Maharani memang selalu tidak diunggulkan dalam beberapa survey yang diadakan oleh lembaga survey swasta. Tapi roda politis selalu berputar. Bukan tidak mungkin seandainya Puan menjadi pilihan kader-kader muda PDIP dan beberapa DPP yang mendukung Taufik Kiemas, dia bisa maju. Terlebih dengan kondisi Megawati yang sudah berumur dan beberapa kali maju menjadi kandidat namun kalah, akan menjadi bahan pertimbangan partai berwarna merah itu untuk mengalihkan pandangan segar kepada Puan Maharani. Toh juga Puan adalah anak Megawati yang juga merefleksikan penerus keluarga Soekarno.

Itulah Ani, Ani, dan Ani yang berpotensi menjadi pesaing-pesaing terberat bagi Abu Rizal Bakrie yang diusung Golkar, Hatta Rajasa yang didukung PAN dan Prabowo yang didukung Gerindra. Meskipun ketiga Ani itu adalah wanita, track record dari tiap-tiap Ani yang berbeda dapat menjadi angin segar Rakyat Indonesia untuk menentukan pilihan. Kita tunggu saja adu kekuatan Ani, Ani, dan Ani di pemilu mendatang. Siapakah yang akan menjadi Ani sejati dan benar-benar pantas dipanggil Ani?

This entry was posted in Sentuhan Politik and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>