Fenomena Alay…

Akhir-akhir ini kata-kata “ALAY” sudah sangat renyah dan bersahabat dalam pendengaran kita. Alay merupakan sebuah sebutan bagi anak-anak remaja yang beranjak dewasa maupun sudah dewasa yang berkelakukan tidak seperti remaja pada umumnya. Beberapa hal seseorang bisa disebut alay atau dikatakan alay sangatlah beraneka ragam. Untuk itu kita harus mengerti apa yang dimaksud alay dan beberapa kondisi sehingga seseorang dikatakan bertingkah alay.

Wikipedia menyebutkan bahwa Alay adalah sebuah istilah yang merujuk pada sebuah fenomena perilaku remaja di Indonesia. “Alay” merupakan singkatan dari “anak layangan.” Dalam perkembangan selanjutnya istilah ini merupakan stereotipe dan membekas yang menggambarkan gaya hidup norak atau kampungan yang disandang oleh seseorang. Selain itu, alay merujuk pada gaya yang dianggap berlebihan, mengada-ada, lebay dan selalu berusaha menarik perhatian orang. Seseorang yang dikategorikan alay umumnya memiliki perilaku unik dalam hal bahasa dan gaya hidup. Dalam gaya bahasa, terutama bahasa tulis, alay merujuk pada kesenangan remaja menggabungkan huruf besar-huruf kecil, menggabungkan huruf dengan angka dan simbol, atau menyingkat secara berlebihan. Biasanya tulisan ini dapat mudah kita temukan dalam SMS, update status, chatting atau pesan dalam aplikasi messengers.

Setiap orang berbeda pendapat tentang definisi alay. Perbedaan tentang definisi ini disebabkan berbedanya pandangan tentang perilaku alay-ers di sekitar lingkungan tiap-tiap individu. Beberapa pandangan orang-orang terkait alay-ers adalah sebagai berikut:

  • Segi penampilan: alay-ers selalu memakai baju/pakaian yang tidak biasa dipakai orang, norak dan cenderung mengada-ada. Biasanya ketika ada event/kejadian selalu urakan menyoraki ramai-ramai dan lebih bersifat kampungan.
  • Segi Sifat: menurut mereka (alay-ers), dirinya sendiri terbilang keren. Tapi meurut orang lain sifatnya aneh. Lebih condong ke sifat yang lebay dan melebih-lebihkan.
  • Segi tulisan: seseorang bisa dikatan menjadi alay-ers dikarenakan tulisan-tulisan yang dibuatnya. Tulisan itu tidak wajar seperti tidak seragamnya huruf kapital dan huruf kecil, huruf yang dibalik-balik, campuran angka dan kata, singkatan kata yang hanya mereka sendiri yang tahu maknanya atau kata-kata aneh bin lebay diaduk-aduk dengan simbol-simbol tertentu.
  • Segi tongkrongan: biasanya alay-ers selalu nongkrong dipasar dengan topi dibalik, aksesoris bergantungan, rokok ditaruh di kuping, celana sekolah ketat (skinny), dan tas skatters kulit yang palsu selalu ditaruh di pundak. Bisa juga di gang-gang sempit, warung makanan, mall atau pojok-pojok sekolah yang biasa jadi tempat mangkal mereka.

Namun perlu diketahui bahwa tidak semua hal-hal di atas yang seandainya terdapat pada orang-orang terdekat kita bisa disebut alay. Alay memiliki ciri spesifik dan hanya orang-orang yang terbiasa bertemu fenomena alay yang bisa menge-judge bahwa seseorang itu alay. Artinya tidak ada metode khusus atau sistem yang mendetail yang bisa mendeteksi orang-orang alay.

Ditinjau dari segi fenomena sosial alay merupakan fenomena cara pola pikir remaja dan dewasa yang ekspresif dirinya ingin diperhatikan orang lain dan sedkit berbeda dengan orang biasa. Alay bukanlah sesuatu yang menjijikkan atau merendahkan karena alay adalah sebuah mode yang dipilih seseorang menjadi sebuah prinsip. Asalkan tidak terjadi akibat sekunder seperti terjadinya kejahatan karena sifat alay,  kita tidak perlu terlalu dipermasalahkan. Seseorang yang telah memilih jalannya menjadi seorang alay-ers bukanlah sesuatu yang salah atau tidak bisa dibenarkan di mata hukum. Alay adalah fenomena sosial masyarakat yang bisa menjadi pembeda penampilan atau sifat dari orang kebanyakan.

Sekarang tinggal kita sendiri apakah kita ingin menjadi alay-ers atau tidak. Prinsip bahwa seseorang ingin menjadi ini atau itu tidaklah penting, yang terpenting adalah bagaimana kita menilai positif prinsip dan perilaku orang lain bila dibandingkan diri kita sendiri. Pola perilaku alay-ers yang menjadikan mereka nyaman dan menikmati hidup boleh saja asalkan sesuai adat ketimuran nenek moyang serta tidak mengganggu ketertiban umum. Pilihan alay-ers ada ditangan anda dan apakah anda yakin apa yang anda lakukan selama ini jauh dari sifat alay? Kalau anda merasa melakukan hal-hal diatas jangan salahkan orang-orang terdekat anda jika anda disebut sebagai orang alay. 54I_@m aL4y :D

This entry was posted in Asyiknya Menulis and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>