Era Baru Kebijakan Skill !

Ekonomi asing yang dibangga-banggakan pemerintah saat ini merupakan ekonomi yang tangguh di atas kertas, namun belum bisa dikatakan 100% mampu teruji secara riil dalam kemakmuran dan kesejahteran rakyat. Hal ini bisa tercium dari bebera

pa kebijakan yang diteken pemerintah lebih berpihak pada investor asing dan pemilik kepentingan asing. Dengan potensi sumber daya alam maupun manusia yang relatif besar, wajar jika Indonesia menjadi lirikan negara asing untuk menancapkan kepentingan mereka di negeri loh jinawi ini. Selain mempunyai pangsa pasar yang cukup menggiurkan, penanaman modal di Indonesia dianggap sebagai investasi cantik dan strategis.

Beberapa tahun yang lalu memang kondisi ekonomi Indonesia diuji dengan krisis Yunani pada tahun 2008. Meskipun tak goyang sedikitpun dengan adanya krisis, bukan berarti ekonomi negeri ini dipandang baik dan cakap. Karena memang hubungan ekonomi antara Indonesia dan Yunani tidak terlalu signifikan mempengaruhi Product Domestic Bruto (PDB). Yunani memang bukanlah partner utama Indonesia dalam hal perekonomian. Jadi meskipun Negara itu terlilit krisis tidak begitu menggoyang ekonomi Indonesia. Itulah sebab ekonomi kita masih tangguh.

Berbeda dengan kasus krisis Thailand sekitar satu dekade yang lalu, imbasnya sangat mengena ke Indonesia. Selain Thailand merupakan partner ekonomi Indonesia di kawasan Asia, Thailand juga termasuk dalam anggota ASEAN. Jadi secara tidak langsung kawasan Asia Tenggara terpengaruh satu sama lain jika ada salah satu anggota ASEAN yang mengalami dekonsentrasi ekonomi. Krisis Thailand merupakan salah satu penyebab krisis yang melanda Indonesia di akhir abad 20-an, namun penyebab dari faktor lain juga sangat banyak.

Peradaban ekonomi sudah berubah. Ekonomi kapitalis yang digadang-gadang menjadi tatanan baru perekonomian dunia runtuh satu persatu dengan munculnya krisis diberbagai Negara. Ketahanan ekonomi kapitalis atau liberal bukanlah suatu kemutlakan adanya. Kelemahannya, ekonomi kapitalis mengandalkan investor-investor yang mempunyai modal banyak dan hanya dikuasai orang menengah ke atas. Sangatlah sulit untuk memunculkan orang kaya baru dengan rasio cukup tinggi.

Indonesia sebagai Negara yang mempunyai penduduk terbanyak keempat di dunia sekaligus sumber daya manusia harus memanfaatkan kelebihan ini. Jika hanya mempertahankan ekonomi kapitalis, niscaya SDM di negeri ini terbengkalai karena perekonomian dikuasai orang-orang kaya. Harus ada ekonomi alternative untuk memanfaatkan SDM yang berlimpah ini untuk mengubah kebiasaan ekonomi yang mengandalkan capital. Ada yang menyebut ekonomi alternatif itu dengan sebutan ekonomi kerakyatan.

Ekonomi kerakyatan lebih dominan ke sektor riil. Hal ini tidak akan menggoyahkan perekonomian jika terjadi krisis. Secara ekonomi makro perekonomian dengan mengandalkan sektor riil akan mempunyai daya tahan yang stabil. Sektor ini merupakan kondisi nyata di masyarakat kita. Mayoritas masyarakat kita adalah pengusaha kreatif meskipun secara informal. Pergerakan ekonomi sebenarnya terletak pada usaha mereka dengan memperjuangkan hidup sebagai pedagang meskipun dalam kuantitas yang tidak terlalu besar dan bisa dibilang perdagangan sederhana.

Pemerintah seharusnya sadar dan lebih reaktif terhadap kondisi kekinian ekonmi kita. Menggerakkan perkonomian kerakyatan berarti mendukung masyarakat agar lebih mengembangkan perekonomian kreatif mulai dari diri mereka sendiri. Pemerintah harus memberikan ruang dan sarana agar kreatifitas perdagangan riil yang menjadi penopang hidup sehari-hari rakyat kecil bisa berjalan dan berkembang. Pemberian kredit untuk usaha mikro, penyuluhan ke wilayah-wilayah dan memberikan perhatian khusus kepada sektor ini karena pergerakan ekonomi mereka adalah ekonomi yang nyata.

Bolehlah kita berasumsi tentang ekonomi makro, inflasi, kurs, harga minyak maupun pertumbuhan ekonomi dan aspek lainnya yang mempengaruhi ekonomi nasional dan internasional. Namun pemerintah jangan melupakan pengusaha-pengusaha kecil yang fokus ke usaha rumah tangga atau konsumsi terbatas agar bisa berkembang dan berdaya saing dengan sedikit kreatifitas. Penambahan skill dalam berdagang maupun menciptakan inovasi dalam usaha pengusaha rumahan sangatlah perlu seiring besarnya pangsa pasar dari negara kita sendiri dengan ratusan juta penduduk negara ini. Tidak perlu meilirik negara lain untuk mencari pangsa pasar, kita benahi dulu kreatifitas dan inovasi serta skill dari pengusaha rumahan kita agar bisa menarik pangsa loka baru pasar nasional dan internasional. Kalau usaha itu bukan dari kita sendiri, dari siapa lagi?

This entry was posted in Asyiknya Menulis and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>