Tahun 2013 Ekonomi Jawa Timur Melebihi Jakarta

Pada hari Senin 17 Januari 2010 sekitar pukul 22.00 WIB ada topik menarik yang tak sengaja saya saksikan di Televisi. Bertopik pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada tahun 2013 yang akan melebihi ekonomi Jakarta. Sengaja dialog yang diadakan oleh Metro TV dalam Economic Challenge menggelitik keinginan saya untuk tidak mengganti channel. Padahal saya iseng mengganti-ganti channel untuk mengalihkan iklan yang ada pada stasiun TV yang menyiarkan film aksi Jackie Chan.

Pas sekali, Soekarwo yang akrab disapa “Pakdhe Karwo” saat kampanye Gubernur Jatim beberapa waktu lalu dan kini menjadi Gubernur Jawa Timur dihadirkan sebagai narasumber disamping ekonom nasional seperti Aviliani. Penekanan pembahasan ekonomi Jawa Timur lebih mengarah pada sektor-sektor yang memicu pertumbuhan ekonomi. Jawa Timur dengan segala komponen dan sumber daya di dalamnya diproyeksikan tumbuh pesat seiring perkembangan grafik ekonomi Indonesia.

Dengan mengandalkan sektor ekonomi mikro seperti penggerakan Usaha Kerja Mandiri (UKM), sektor Pariwisata, Sektor Pertambangan, Perdagangan dan Jasa, Ekspor Impor, Investasi dan keunikan sumber daya di setiap daerah di Jawa Timur menumbuhkan optimisme bahwa ekonomi Jawa Timur akan berkembang pesat. Plus dorongan dari pengusaha-pengusaha untuk menanamkan modal untuk menggerakkan perekonomian di Jawa Timur.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang pesat bukanlah isapan jempol belaka. Pembenahan infrastruktur di daerah Surabaya Madura dengan dibangun Jembatan Suramadu memudahkan akses transportasi darat. Perluasan daerah pelabuhan bongkar muat di daerah Tanjung Perak memaksimalkan proses ekspor-impor perdagangan. Desentralisasi daerah industri seperti Sidoarjo, Malang, Kediri dan Lamongan memperkuat potensi pembangunan ekonomi modern. Sektor pariwisata di daerah pesisir utara dan selatan serta disepanjang pantai Banyuwangi sampai dengan           Lamongan.

Seperti sistem umum negara-negara di dunia, suatu daerah yang mengalami kemajuan dalam bidang ekonomi diproyeksikan menjadi daerah maju dan tidak menutup kemungkinan menjadi sebuah pusat pemerintahan. Terlebih negara ini masih meraba-raba daerah mana yang cocok untuk dijadikan pusat pemerintahan selain DKI Jakarta. Terlepas apakah pusat pemerintahan dan pusat bisnis dipisah atau dijadikan satu daerah, yang pasti Jawa Timur menjadi salah satu daerah yang prospek untuk dijadikan sentral ekonomi pemerintah di masa depan. Apalagi seperti yang disebutkan diatas tadi Jawa Timur melebihi Jakarta dalam hal pertumbuhan ekonomi pada tahun 2013.

Jika pemerintah lebih jeli dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat di Jawa Timur dengan segala potensi yang ada selain perekonomian maka tidak usah repot mengadakan survey kelayakan daerah untuk menjadi ibukota masa depan. Tak perlu mengadakan wacana The Greater Jakarta sebagai perluasan ibukota Jakarta yang mencaplok beberapa kota di sekitar Jakarta. Jawa Timur sudah sangat memenuhi kriteria ibukota pemerintahan. Selain mempunyai pertumbuhan ekonomi cukup pesat dan stabil dengan UKM yang ada, Jatim merupakan daerah di Indonesia yang berada di tengah-tengah Sabang-Merauke. Daerah yang tidak terlalu jauh dari Jakarta yang bisa ditempuh dengan perjalanan Darat, Laut dan Udara karena masih berada di Pulau Jawa. Dengan kondisi alam seperti ini memungkinkan ekonomi bisa merata ke seluruh Indonesia. Jawa Timur dekat dengan Bali, Nusa Tenggara, dan Kalimantan. Kawasan ini bisa menjadi poros ekonomi yang kuat. Dengan tidak melupakan daerah Sumatera, Jawa bagian barat, serta Sulawesi dan Papua, paling tidak Jawa Timur bisa menjadi solusi “sang pengadil” dengan daerah yang berada di tengah Indonesia.

Dilihat dari sisi Internasional, Jawa Timur juga menjadi poros nonblok yang bisa mengembangkan kawasan nyaman. Lihat saja Jawa Timur dikelilingi negara-negara tetangga dan menjadi “penengah Internasional” seperti Timor Leste, Australia, Papua Nugini, Brunei Darusalam, Singapura dan Malaysia. Hal ini dapat disimpulkan bahwa daerah Jatim sangat srategis dalam segala hal.

Pengembangan dalam pariwisata yang menjadi daya tarik Indonesia di mata Internasional sangat terbuka lebar. Keuntungan dekat dengan Pulau Bali, Lombok, Nusa Tenggara juga bisa menjadi acuan. Didukung dengan kearifan lokal masyarakat Jawa Timur yang notabene ramah dan terbuka, Jatim sangat layak menjadi ibukota Indonesia masa depan.

Namun pengembangan kawasan pemerintahan pusat selayaknya terpisah dengan pusat bisnis. Biar saja kota-kota besar seperti Jayapura, Makasar, Medan, Palembang, Manado, Denpasar, Jakarta, Jogjakarta dan Semarang berkembang menjadi kawasan pusat bisnis dan Industri. Jadi tak perlu rakyat berduyun-duyun migrasi ke pusat pemerintahan, cukup mengembangkan sayap di kota bisnis. Pemerataan penduduk dan ekonomi bisa lebih tercapai dan mudah diawasi. Jadi jika Jawa Timur benar-benar menjadi salah satu alternatif sebagai pusat pemerintahan, tinggal memilih saja satu kota kondusif di Jawa Timur untuk menjadi pusat pemerintahan. Tak perlu memilih daerah yang sudah maju industrinya namun cukup daerah kecil yang nyaman dan cocok bagi kondisi pusat pemerintahan.

Memang tidak salah untuk bermimpi. Tapi ini adalah sebuah fakta pertumbuhan ekonomi kawasan yang didukung dengan wacana pemindahan Ibukota Jakarta ke daerah yang lebih layak. Daripada bersusah payah menghabiskan energi untuk mewacanakan The Greater Jakarta atau pemindahan ibukota ke daerah yang masih abu-abu alias masih belum cukup infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi wilayah, lebih baik mengevaluasi kembali wacana Jawa Timur sebagai penguasa ekonomi baru di tahun 2013 sebagai calon alternatif ibukota negara. Kalau memang lebih baik, mengapa tidak dikaji dan dicoba?

This entry was posted in Belajar Ekonomi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Tahun 2013 Ekonomi Jawa Timur Melebihi Jakarta

  1. hafid says:

    salut buat mas rosyid,analisa yg dalam. Kenapa tidak??jatim memang punya smw potensi untk menjadi besar.
    Jadi,kapan saatnya qt harus pulang untk membangun tulungagung??

    • bagusrosyid says:

      Sepertinya saya harus segera pulang. Ada panggilan moral atas ilmu yg saya dapatkan. Saatnya membangun daerah sendiri. Dan pastinya akan lebih bermanfaat jika digunakan di kampung halaman… :) Jatim Ibukota Indonesia !

  2. oon@bego says:

    wah gak salah ni boz, jangan ketularan virus othak-athik mathuk maz..
    setahu saya Blitar dadi latar, Tulungagung dadi kedung lan Kediri dadi kali.
    Mungkin maksude Blitar dadi latar karena banyak ketimpa abu letusan gunung Kelud, lalau Tulungagung dadi kedhung karena dulu tiap tahun banjir dan Kediri dadi kali karena dilewati sungai Brantas. Arti lain gak ngerti mas.
    Tapi gak popo mas, sampeyan sudah ikut sumbang pikir untuk daerah kita.
    Salut…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>