Blunder Seorang Denny Indrayana

Kasus Mafia Pajak yang diwistle blowerkan oleh Susno Duadji pada tahun 2009 menjadi kasus yang menggurita hingga mengusik kehidupan istana. Setelah vonis Gayus Tambunan diucapkan oleh hakim Albertina Hoo dengan vonis 7 tahun penjara dan denda 300 juta rupiah, Gayus membeberkan ketidakpuasannya atas pemojokan dirinya di hadapan pers. Selama ini Gayus merasa dirinya dipingpong oleh Satgas Mafia Hukum khususnya Dennt Indrayana. Denny yang masih terhitung sebagai staff ahli presiden bidang hukum seolah-olah menjadi sutradara Gayus untuk memelintir Kasus Gayus untuk menutup kasus-kasus yang melibatkan pemerintah dan melempar isu pengemplangan pajak perusahaan Bakrie.

Gayus mengungkapkan bahwa gerak-gerak yang dilakukan dirinya selama ini atas pengawasan Satgas. Artinya Gayus berakting semenjak sebelum berangkat dari Singapura. Keberangkatan Gayus ke Singapura pun diklaim atas saran dari Satgas Mafia Hukum khususnya Denny Indrayana yang sering melakukan kontak dengan Gayus. Paling tidak itu menurut pengakuan Gayus ketika jumpa pers setelah vonis hukumannya diketuk oleh hakim.

Denny Indrayana yang merupakan Sekretaris Satgas Mafia Hukum dan juga staff ahli kepresidenan bidang hukum pun berang. Bukan hanya Denny, namun presiden sebagai atasan Denny menyuruhnya untuk mengklarifikasi pernyataan Gayus atas kebenarannya. Dan Denny pun membeberkan record Blackberry Mesengernya dengan Gayus sebagai bukti. Lantas siapa yang salah?

Sekali lagi Denny Indrayana melakukan blunder dengan tersangka mafia pajak. Tidak transparan dalam deal-deal politis yang selama ini terungkap ke publik. Terlebih Denny juga melakukan hubungan “kemesraan” dengan istri Gayus, Milana Anggraini. Melalui BBM Denny meneror istri Gayus dengan message2 yang memojokkan. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Denny terasa membebani pikiran Milana yang harus tertekan dengan pemberitaan di media.

Blunder taktik Denny dengan mendekati Gayus dan Milana untuk menguak The GodFather kasus Mafia Pajak dimanfaatkan Gayus untuk menyerang balik Denny. Dengan sejumlah argument dalam jumpa persnya setelah vonis persidangan, Gayus membeberkan sejumlah fakta versi dia bagaimana alur penangkapan dirinya. Gayus pun mengaku bahwa otak perjalanan sampai ke pengadilan adalah Denny Indrayana. Tidak itu saja, pengakuan Gayus tentang merembetnya kasus Cirus Sinaga dan Antashari Azhar menjadi bulan-bulanan pers. Apa maksudnya? Yang pasti itu bukan fakta hukum namun fakta versi Gayus.

 Satgas Mafia Hukum seolah-olah mempunyai hak immunitas dalam pemerintahan. Sehingga bisa mengatur, masuk, dan menyuntikkan opini ke berbagai kasus sesuai keinginan politik pemerintah (Konklusi dari Pernyataan Gayus). Padahal Satgas Mafia Hukum tidaklah mempunyai kedudukan yang kuat dalam segi undang-undang maupun jabatan pemerintahan untuk mendapatkan hak immunitas. Tapi selama ini Satgas unjuk gigi dengan mengobrak-abrik tatanan pemerintahan. Apakah karena satuan bentukan presiden dan bersembunyi dibalik ketiak presiden hingga mempunyai nyali di pentas politik hukum?

Dalam segi politis gerak-gerik Satgas sudah mulai terendus khalayak. Setidaknya Gayus yang mengutarakan hal itu meskipun kita tak pernah tahu apakah pernyataan gayus itu benar atau bohong. Seperti yang kita tahu pernyataan Gayus diutarakannnya ketika palu vonis sudah diketuk. Berarti hal itu diutarakan di luar pengadilan. Artinya bisa jadi Gayus ingin mempunyai teman saat di penjara atau dia tidak ingin dirinya dikambinghitamkan sebab masih ada tangan tersembunyi di balik kasusnya. Gayus ingin mengatakan bahwa dia hanyalah sebuah pion kecil, masih ada orang yang belum tersentuh yakni pemain yang memainkan pion. Lantas siapa bisa menjamin kalau Gayus itu berbohong?

Blunder! Hal itulah yang dilakukan Denny sebagai salah satu Staff Ahli yang dimiliki presiden. Bermain-main dengan mafia. Sang Mafia pun teriak Mafia kepada Denny Indrayana karena Denny dianggap teman seorang Mafia. Tidak bisa ditebak siapa di kubu mereka yang salah siapa yang benar. Jika Gayus berbohong, itu karena generalisasi bahwa Dia adalah Koroptur pajak, orang laknat yang mencederai kaum marjinal. Lalu apa bisa dibenarkan jika jika seorang anggota Satgas Mafia Hukum dianggap tidak berbohong hanya karena berada di lingkaran pemerintahan?

This entry was posted in Sentuhan Politik and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Blunder Seorang Denny Indrayana

  1. gdsantoso says:

    rockafella mamen!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>