Wikileaks, Kawan atau Lawan?

Bocornya ratus ribuan dokumen-dokumen rahasia milik Amerika Serikat ke dunia maya membuat terperangah dunia. Negara adidaya itu kecolongan bukan hanya satu dokumen melainkan 250.000 lebih dokumen rahasia yang menjadi santapan publik. Dokumen-dokumen rahasia itu sebagian menunjukkan bahwa AS memata-matai gerak-gerik sekutu-sekutunya dan PBB, menutup mata terhadap korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia di ‘”negara-negara yang menjadi klien” (masih ingat dengan kejadian Mavi Marmara di gaza? Bagaimana reaksi Amerika?), mengadakan perjanjian rahasia dengan negara-negara yang seharusnya menjadi negara netral dan melobi untuk kegiatan perusahaan-perusahaan AS yang tersebar di seluruh negara. (apakah PT Freeport dan Exxon Mobile yang ada di Indonesia juga termasuk yang di lobi?)

Website whistle blower itu membeberkan segala rencana maupun hal yang sudah dilakukan Amerika sebagai raja dunia terhadap kebijakan-kebijakannya yang kontroversial. Terlebih dalam beberapa hal yang terdapat di Wikileaks adalah Raja Arab Saudi Abdullah menginginkan Amerika Serikat segera menangani Iran atas program senjata nuklir, Memberikan sebutan para pemimpin negara dunia salah satunya Presiden Perancis, Nicholas Sarkozy, dengan sebutan Kaisar yang menanggalkan jubah kekuasaan (Maksudnya seolah-olah tidak mempunyai kekuasaan atas negaranya begitukah?), Isu AS mempunyai senjata nuklir di Belanda dan Belgia, ataupun tentang masalah Semenanjung Korea dan China bahkan keberadaan campur tangan AS terhadap kepentingan negara Uwak Sam itu terhadap Indonesia saat awal-awal masa kemerdekaan.

Beberapa dokumen yang menjadi sorotan adalah munculnya tanggapan atas bocornya rahasia AS di wikileaks oleh Presiden Iran Ahmadinejad dan beberapa pemimpin negara islam lainnya. Wikileaks dianggap mengadu domba antara negara-negara islam dan berusaha memecah belah persatuan yang sudah terjalin selama ini. Hal ini didasarkan atas klaim wikileaks yang menuduh Raja Abdullah mendesak AS untuk segera turun tangan atas program nuklir Iran yang meresahkan negeri-negeri arab di timur tengah. Apakah mungkin wikilieaks adalah web pesanan AS dan mempunyai konflik kepentingan dengan AS? Apakah ada maksud AS untuk membuat konflik barus secara implisit? Secara logika mungkinkah dokumen rahasia sebanyak itu bisa tersebar di publik sedangkan AS adalah negara adidaya dengan kekuatan serba canggih di semua lini pemerintahan. Lantas bagaimana dengan Indonesia dengan penduduk mayoritas terbesar di dunia?

Wikileaks boleh jadi membuat pemerintahan AS berang dan kebakaran jenggot. Paling tidak itu berdasarkan klaim media massa dan elektronik tentang tanggapan AS. Amerika megatakan bahwa wikileaks beserta pendirinya adalah penjahat. Wikileaks yang didirikan di Swedia mempunyai kekuatan hukum yang tetap dan dijamin oleh negara. Namun siapakah Julian Assange, pemilik wikileaks sebenarnya?

Jika wikileaks adalah kaki tangan AS untuk menghembuskan isu yang bisa memicu perpecahan negara-negara islam di dunia maupun negara-negara yang dirugikan AS selama ini, siapa tahu? Tapi melihat sebagian besar isi dari wikileaks memang bisa dilogika bagaimana AS sangat dominan terhadap kebijakan-kebijakannya di seluruh dunia. Bahkan menjadi negara adidaya yang bisa “menghidupkan dan mematikan” sebuah negara.

Terlebih lagi jika kita melihat konflik kepentingan AS di Indonesia lebih pantas diperbincangkan. Begitu kuatnya pengaruh Amerika terhadap kehidupan di Indonesia. Bahkan prinsip-prinsip sosial pun mengikuti dan menyusu pada Amerika. Apa-apa harus serba Amerika. Demokrasi? Milik amerika juga. Perusahaan Amerika di Indonesia? Freeport yang tak pernah tersentuh tangan pemerintah dan tak pernah muncul ke publik. Entah apa yang dikerjakan mereka di tanah Papua. Mengeruk keayaan alam nenek moyang sebesar-besarnya untuk kepentingan orang-orang uwak sam sendiri. Sedangkan masyarakat sekitar Papua tak pernah beranjak menggapai bintang alias begitu-begitu saja dan tidak maju.

Exxon Mobile? Ketika memperebutkan eksplorasi minyak di Blok Cepu dengan Pertamina menteri luar negeri AS Condoliza Rice pun pura-pura berkunjung ke Indonesia. Apakah itu untuk melobi? Atau hanya kunjungan kenegaraan saja? Bahkan beberapa perusahaan uwak sam itu telah membanjir di Indonesia selain perusahaan di atas. Entah itu dalam bentuk franchise ataupun anak perusahaan yang tersebar di di seluruh Indonesia. Begitu besarnyakah pengaruh Amerika terhadap kepentingannya di Indonesia, atau sebaliknya?

Yang pasti dengan adanya bocoran dari wikileaks, terlepas itu adalah konspirasi atau bukan, kita harus membuka mata lebar-lebar bahwasanya negara sebesar Amerika pun mempunyai kepentingan atas Indonesia. Terbukti dengan beberapa dokumen yang bocor ke publik. Selain itu dengan adanya dokumen itu di wikileaks menggoyahkan beberapa negara timur tengah yang kebanyakan muslim, itupun berpengaruh terhadap Indonesia yang mayoritas muslim dan menimbulkan kecurigaan, meski berita dalam wikileaks itu sengaja atau tidak disengaja. Bisa jadi saling curiga kemudian menganggap negara yang berpenduduk muslim adalah musuh. Lantas kalau sudah begitu siapa yang patut disalahkan? Siapakah pendiri wikileaks? Wikileaks Kawan atau Lawan?

-( Ochidusifer, di awal Desember )-

This entry was posted in Sentuhan Politik and tagged , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Wikileaks, Kawan atau Lawan?

  1. arif says:

    owww….
    nyimak gan !
    klo amerika mah yahudi,, menguasai dunia maunya
    entah bener apa gak sih wikileak…

  2. dian says:

    menurut saya ini hanyalah kerjaan orang yang hanya mau memperburuk citra Presiden Amerika Serikat : Barack Obama di mata masyarakat Indonesia
    agar masyarakat Indonesia kembali antipati terhadap beliau

    ayo kawan mari berpikir jernih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>