Vote Gayus Tambunan For President 2014-2019

GT itulah nama inisialnya. Gayus tambunan, seorang mantan pelaksana Pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang masih bergolongan III/a secara mengejutkan mampu meraup sukses penggelapan uang negara milyaran rupiah. Itupun terjadi bukan karena suatu kebetulan saja atau diperoleh karena sebuah prestasi yang membanggakan negara namun didapatkan karena “kecerdikannya” memanfaatkan celah sekecil mungkin untuk mecapai peluang yang besar. Peluang mendapatkan uang negara melalui pihak ketiga, penggelapan pajak negara.

Kesuksesan Gayus tidak sampai disini saja. Gayus berhasil menakhlukkan beberapa oknum polisi yang disinyalir sebagai pejabat kepolisian dalam melakukan aksinya. Bahkan kelakuannya selama di bui pun membuat geger pemirsa televisi seantero negeri. Headline news menghiasi tampangnya yang sempat bertahan sampai beberapa minggu. Hal itu dikarenakan ulah Gayus yang tertangkap kamera seorang jurnalis olahraga media cetak nasional sedang menonton pertandingan tenis di Bali, padahal statusnya masih tersangka. Benar-benar prestasi yang membanggakan, paling tidak bagidia sendiri. Sudah berapa orang pejabat yang dibuatnya terlena dengan “duit”, bahkan sipir sampai kepala rumah tahanan Brimob Kelapa Dua Depok pun tergiur dengan “kecerdasan Gayus”.

Dengan sederet prestasi tersebut sudah pantas Gayus Tambunan mencalonkan diri menjadi kepala negara, Presiden Indonesia. Dengan begitu kita tahu cerminan pejabat Indonesia itu seperti apa. Tengok saja Gayus Tambunan yang siap mencalonkan diri menjadi Presiden Indonesia periode 2014-1019. Jika dia menjadi presiden rakyat akan makmur sejahtera dalam hal kemiskinan. Paling tidak jika gayus jadi presiden bisa membuka lebar mata dan telinga kita bahwa banyak sekali duplikat gayus-gayus lain yang dilindungi oleh elit politik. Seorang pencuri kan hanya didukung oleh para pencuri.

Andaikan Gayus jadi Presiden RI entah sadar atau tidak rakyat ini. Bagaimana cara menyadarkan para pemimpin yang tidak pro rakyat. Berbagai kejadian pun tak bisa menyadarkan para pejabat kita tentang kondisi masyarakat. Ketika terjadi banyak bencana di negeri ini banyak yang sok aktif pergi ke luar negeri berdalih untuk study banding. Apa yang distudikan apa yang dibandingkan. Perbandingan wisata jelas. Lagi-lagi kelakuan suap dan koruptif tak terhindarkan di semua lini. Rakyat sengsara, penguasa membawa nikmat tak peduli kondisi rakyat. Kebijakan yang tidak pro rakyat dan cenderung menguntungkan orang-orang borjuis dan orang atau negara yang berkepentingan atas limpahan kekayaan Indonesia. Biar saja Gayus yang jadi Presidennya.

Gayus, vote for Presiden. Sudah bobrok, tambah bobrok pula. Biar jadi bangkai luka-luka yang ada. Pemerintah saat ini terkesan lamban dan menunggu. Padahal seperti pernyataan di atas tadi Gayus itu orang kecil, masak pemerintah gak bisa menyikat dengan akurat siapa pem-backingnya. Benar-benar orang kecil yang sangat kuat dan pemerintahpun kewalahan untuk mengusut tuntas. Atau pemerintah menjadi takut dan kerdil? Atau mungkin hal ini cerminan pemerintah jika Gayus nanti mencalonkan presiden?

Reformasi harus dibayar tuntas dengan peng-cascading-an dan peng-alignment-an sifat-sfat koruptif di negeri ini. Korupsi berkembang biak tak terkendali sampai membelah diri begitu banyak. Koar-koar pemberantasan korupsipun terkesan dipotong di tengah jalan oleh para mafia invisible hand. Entah siap aktornya siapa dalangnya siapa sutradaranya siapa produsernya. Semua sembunyi dibalik ketiak penguasa dan harta. Kita pun hanya bisa menebak-nebak siapakah dibalik kejadian-kejadian kontroversial selama ini.

Sekalian saja Gayus yang jadi presidennya kalau pemerintah tak bisa mengungkap semua peristiwa yang panas di publik, yang menjadi sorotan rakyat jelata. Rakyat yang tak rela uang hasil keringat mereka diambil begitu saja oleh orang lain dengan mudahnya. Tidak hanya itu, kebijakan-kebijakan yang prorakyat kecilpun juga harus ditegakkan.

Gayus kami rindu kamu jadi presiden. Biar semuanya tahu kenapa harus kamu. Biar kami para pemimpin kami tahu siapakah diri mereka, siapakah pemimpinnya. Biar pemimpin kami tahu apa yang harus dilakukannya, berkaca, intropeksi, bermimpi, dan berjuang untuk kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan diri sendiri. Kalau untuk kepentingan diri sendiri buat apa dibentuknya negara? Gayus, jadilah presiden. Semoga para pejabat di atas sana tak lupa kepada rakyat jelata yang telah memilihnya di panggung sandiwara. Memberantas korupsi mulai dari diri sendiri. Gayus, biarkan merek bercermin !!!

Pertanyaannya bisakah Gayus? Biarpun masih banyak pejabat dan pemimpin tak seperti kata-kata diatas, biarpun masih ada yang masih punya sifat baik, biarpun pemerintah sudah berusaha menegakkan keadalian dan hukum, dan biarpun rakyat sabar menghadapi cobaan seperti ini, sayapun tidak rela kalau Gayus yang jadi Presiden RI periode selanjutnya. Sekian.

-( Ochidusifer, di awal Desember )-

This entry was posted in Sentuhan Politik and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>